Putin Perintahkan Ambil Alih PLTN Zaporizhzhia di Ukraina

ADVERTISEMENT

Putin Perintahkan Ambil Alih PLTN Zaporizhzhia di Ukraina

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 05:08 WIB
FILE - A Russian serviceman guards an area of the Zaporizhzhia Nuclear Power Station in territory under Russian military control, southeastern Ukraine, May 1, 2022. Russia and Ukraine have trade blame over shelling of the Zaporizhzhia nuclear power plant, Europes largest. This photo was taken during a trip organized by the Russian Ministry of Defense. (AP Photo, File)
PLTN Zaporizhzhia. (AP Photo)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pemerintahnya untuk mengambil alih operasi di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar Eropa di wilayah Zaporizhzhia. Wilayah tersebut dicaplok Rusia di Ukraina selatan.

"Pemerintah akan memastikan bahwa fasilitas nuklir di pabrik...terintegrasi sebagai milik federal," kata perintah eksekutif itu seperti dilansir AFP, Kamis (6/10/2022).

Pembangkit listrik telah diduduki oleh pasukan Moskow sejak Maret dan dekat dengan garis depan.

Keputusan Putin datang ketika kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan dia melakukan perjalanan ke Ukraina untuk melakukan pembicaraan di PLTN Zaporizhzhia.

Grossi akan melanjutkan konsultasinya tentang pengaturan zona perlindungan dan keselamatan nuklir di sekitar pembangkit listrik, kata IAEA Selasa.

Badan nuklir negara Ukraina Energoatom mengatakan setelah perusahaan yang mengoperasikan pembangkit itu dipindahkan ke Moskow, bahwa Rusia menciptakan perusahaan semu dengan nama perusahaan Ukraina.

"Sangat disayangkan bahwa mereka mencoba untuk melibatkan profesional nuklir Ukraina, yang telah bekerja dengan heroik di bawah...pendudukan selama lebih dari tujuh bulan," kata Energoatom di media sosial.

Pasukan Rusia menahan kepala pembangkit listrik, Ihor Murashov, selama dua hari sebelum membebaskannya. Namun Grossi mengatakan penahanan dan pembebasannya tidak menimbulkan risiko sama sekali terhadap operasi di pabrik tersebut.

Penembakan telah terjadi di sekitar pembangkit listrik dalam beberapa bulan terakhir, dengan Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas serangan yang menimbulkan kekhawatiran akan bencana nuklir.

Lihat Video: Ukraina Rebut Kembali Sejumlah Wilayah dari Rusia

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT