Inggris Puji Sikap RI soal Pencaplokan Wilayah Ukraina oleh Rusia

ADVERTISEMENT

Inggris Puji Sikap RI soal Pencaplokan Wilayah Ukraina oleh Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 15:52 WIB
The British Union Jack flag is seen on the desk of a member of the European Parliament ahead of a debate on the future of Europe, at the European Parliament in Strasbourg, France, March 12, 2019. REUTERS/Vincent Kessler
Ilustrasi (dok. REUTERS/Vincent Kessler)
Jakarta -

Inggris menyambut baik pernyataan pemerintah Indonesia terhadap referendum palsu dan pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia. London menyatakan sepakat dengan Indonesia bahwa semua negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lainnya.

"Saya menyambut baik pernyataan Indonesia yang menyatakan bahwa referendum palsu ini adalah pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional," demikian pernyataan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, seperti disampaikan dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (4/10/2022).

Dubes Jenkins menyebut Presiden Vladimir Putin kalah dalam perang dan langkah merebut wilayah Ukraina melalui referendum palsu merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, yang akan membuat perdamaian semakin sulit dicapai.

Prinsip-prinsip utama yang dirangkum dalam Piagam PBB menyatakan semua negara harus menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara lainnya.

"Ini adalah eskalasi besar, dan bersama mitra kami, Inggris meningkatkan sanksi dan tindakan untuk memastikan bahwa Rusia mengakhiri perangnya di Ukraina dan kerusakan yang ditimbulkannya terhadap orang-orang di seluruh dunia," cetus Dubes Jenkins.

Rusia meresmikan pencaplokan empat wilayah Ukraina -- Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson -- pada 30 September lalu, setelah menggelar referendum penuh kecaman yang hasilnya diklaim menunjukkan dukungan besar untuk Moskow.

Simak juga 'Pimpin Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Putin Dapat Tepukan Meriah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT