Khamenei Sebut Demo Rusuh di Iran Direncanakan, Tuding AS-Israel

ADVERTISEMENT

Khamenei Sebut Demo Rusuh di Iran Direncanakan, Tuding AS-Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 17:52 WIB
Irans Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei meets with Venezuelan President Nicolas Maduro (not pictured), in Tehran, Iran June 11, 2022. Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Teheran -

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut kerusuhan dalam unjuk rasa memprotes kematian wanita muda Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral sebagai aksi yang direncanakan. Khamenei menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengobarkan kerusuhan di Iran menyusul kematian Amini.

Itu menjadi komentar pertama yang disampaikan Khamenei soal kematian Amini dan unjuk rasa besar-besaran yang dipicunya. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (3/10/2022).

Khamenei dalam pernyataannya yang dilaporkan media pemerintah Iran, menyatakan bahwa kematian Amini 'sangat menghancurkan hati saya'. Dia juga menyebut kematian Amini sebagai 'insiden pahit'.

Namun Khamenei juga menyatakan 'beberapa orang telah memicu ketidakamanan di jalanan'. Disebutkan oleh Khamenei bahwa ada 'kerusuhan-kerusuhan' yang direncanakan, namun itu tidak direncanakan oleh 'warga biasa'.

"Saya mengatakan dengan jelas bahwa kerusuhan-kerusuhan dan ketidakamanan ini didalangi oleh Amerika dan rezim pendudukan Zionis yang palsu, serta para agen bayaran mereka, dengan dengan bantuan beberapa pengkhianat Iran di luar negeri," sebut Kamenei dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Khamenei menyatakan dukungan kuat untuk pasukan keamanan Iran, dengan menyebut personel pasukan keamanan telah menghadapi ketidakadilan selama menangani unjuk rasa yang berlangsung.

Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia (HAM) Iran melaporkan sedikitnya 92 orang tewas dalam unjuk rasa memprotes kematian Amini yang digelar di berbagai kota Iran sejak pertengahan September lalu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT