ADVERTISEMENT

Bos Pentagon Janji Bantu Taiwan Pertahankan Diri dari Invasi China

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 14:35 WIB
FILE - In this Sept. 16, 2015, photo, U.S. Central Command Commander Gen. Lloyd Austin III, testifies on Capitol Hill in Washington. Biden will nominate retired four-star Army general Lloyd J. Austin to be secretary of defense. Thats according to three people familiar with the decision who spoke on condition of anonymity because the selection hadnt been formally announced. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais, File)
Lloyd Austin (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais, File)
Washington DC -

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin berjanji akan membantu Taiwan dalam 'mengembangkan kemampuan mempertahankan diri' dari invasi China. Namun, bos Pentagon tersebut enggan menegaskan kembali janji Presiden Joe Biden untuk mengirimkan tentara ke Taiwan.

"Kami berkomitmen untuk membantu Taiwan mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan diri," tegas Austin dalam wawancara dengan CNN, seperti dilansir AFP, Senin (3/10/2022).

AS secara historis mempertahankan kebijakan 'ambiguitas strategis' soal apakah akan mengintervensi secara militer jika Taiwan diserang oleh China.

Saat ditanya dalam wawancara CBS, bulan lalu, soal apakah tentara AS akan membela Taiwan, Biden menjawab 'Iya' jika itu adalah 'serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

Austin juga ditanya oleh jurnalis CNN, Fareed Zakaria, soal apakah militer AS bersiap untuk mengirimkan pasukan ke Taiwan sejalan dengan komentar Biden, namun dia menolak untuk menjawab secara langsung.

"Militer Amerika selalu siap untuk melindungi kepentingan kami dan memenuhi komitmen kami. Saya pikir presiden jelas dalam memberikan jawabannya saat dia menjawab pertanyaan hipotetis," sebut Austin.

"Tapi, sekali lagi, kami terus bekerja untuk memastikan kami memiliki kemampuan yang tepat di tempat yang tepat untuk memastikan bahwa kami membantu sekutu-sekutu kami mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," jelasnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT