Ukraina Tuduh Rusia Tembak Mati 24 Warga di Dekat Kota Kupiansk

ADVERTISEMENT

Ukraina Tuduh Rusia Tembak Mati 24 Warga di Dekat Kota Kupiansk

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 00:35 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Foto: Internet)
Jakarta -

Ukraina menuduh pasukan Rusia menembak mati 24 warga sipil dalam serangan terhadap konvoi mobil di jalan dekat Kota Kupiansk yang baru saja direbut kembali. Dari 24 warga tersebut, 13 di antaranya adalah anak-anak.

Dilansir dari AFP, Minggu (2/10/2022), pada Jumat (30/9), pasukan Ukraina menunjukkan sejumlah kendaraan yang penuh dengan lubang peluru. Beberapa mayat berpakaian sipil tergeletak di luar desa Kyrylivka, tidak jauh dari timur Kupiansk.

Sehari kemudian, Gubernur Regional Kharkiv, Oleg Synegubov menyebut jumlah korban tewas awal 24 orang, termasuk seorang wanita hamil dan 13 anak-anak. Oleg menuduh Rusia yang melakukan penembakan.

"Rusia menembaki warga sipil dari jarak dekat," ucap Oleg.

Dalam video yang dibagikan oleh saluran resmi, seorang paramedis senior dari Departemen Perawatan Medis Darurat Kupiansk mengkonfirmasi jumlah korban tersebut.

Kantor kejaksaan wilayah Kharkiv mengatakan penyelidik dari Dinas Keamanan dan polisi menemukan konvoi tujuh mobil yang telah ditembak.

"Antrian mobil ditembak oleh tentara Rusia pada 25 September, ketika warga sipil mencoba untuk mengungsi," kata pernyataan itu.

"Dua mobil telah terbakar habis dengan anak-anak dan orang tua mereka di dalamnya - mereka terbakar hidup-hidup," tambahnya.

Para pejabat Ukraina telah meluncurkan penyelidikan dan menuduh bahwa pasukan Rusia yang diusir dari Kyrylivka hari Minggu lalu berada di balik pembantaian terbaru dalam perang itu.

"Para penjajah dikalahkan di medan perang dan mati-matian merespons dengan membunuh warga sipil," kata kepala Dinas Keamanan Ukraina, Vasyl Malyuk.

"Kami akan menemukan semua orang dan meminta pertanggungjawaban mereka atas kekejaman yang dilakukan," katanya.

"Beberapa orang berhasil melarikan diri. Sekarang mereka bersaksi kepada para penyelidik," lanjutnya.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT