Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Usai Kunjungan Wapres AS ke Korsel

ADVERTISEMENT

Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Usai Kunjungan Wapres AS ke Korsel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 11:31 WIB
U.S. Vice President Kamala Harris, next to Lt. General Ricky N. Rupp, Commander, U.S. Air Force Japan, waves at Yokota Air Base, near Tokyo, Japan, September 29, 2022. REUTERS/Leah Millis/Pool
Wapres AS Kamala Harris (Foto: REUTERS/Leah Millis/Pool)
Jakarta -

Korea Utara kembali menembakkan dua rudal balistik. Ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris meninggalkan Korea Selatan, di mana dia mengunjungi Zona Demiliterisasi yang dijaga ketat.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/9/2022), peluncuran itu adalah yang ketiga bagi Pyongyang dalam lima hari terakhir.

Sebelumnya, saat berbicara di Zona Demiliterisasi (DMZ) Kamis pagi, Harris mengecam "kediktatoran brutal Korea Utara, pelanggaran hak asasi manusia yang merajalela, dan program senjata melanggar hukum yang mengancam perdamaian dan stabilitas".

Dia mengatakan bahwa komitmen AS untuk pertahanan Korea Selatan adalah "kuat". Harris juga mengatakan bahwa sekutu "selaras" dalam menanggapi ancaman yang berkembang yang ditimbulkan oleh program senjata Korea Utara.

Seoul mengatakan militernya telah "memperkuat pemantauan dan pengawasan" setelah uji coba dua rudal balistik Pyongyang pada Kamis (29/9), yang juga dikonfirmasi oleh Tokyo.

"Peluncuran rudal balistik Korea Utara yang berulang kali tidak akan pernah bisa ditoleransi," kata Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada kepada wartawan.

Departemen Luar Negeri AS mengutuk peluncuran itu, dengan mengatakan bahwa itu adalah "pelanggaran yang jelas terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB dan menunjukkan ancaman DPRK (singkatan nama resmi Korut) terhadap kawasan itu, serta masyarakat internasional."

"Kami tetap sangat berkomitmen untuk pendekatan diplomatik dengan DPRK dan menyerukan DPRK untuk terlibat dalam dialog," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel kepada wartawan.

Washington memiliki sekitar 28.500 tentara yang ditempatkan di Korea Selatan untuk membantu melindunginya dari Korea Utara. Korsel dan AS melakukan latihan angkatan laut bersama skala besar minggu ini untuk unjuk kekuatan.

Simak juga 'Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Setelah Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT