Warganya Ramai-ramai Kabur, Rusia Bakal Tutup Perbatasan?

ADVERTISEMENT

Warganya Ramai-ramai Kabur, Rusia Bakal Tutup Perbatasan?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 16:32 WIB
Travellers from Russia cross the border to Georgia at the Zemo Larsi/Verkhny Lars station, Georgia September 26, 2022. REUTERS/Irakli Gedenidze
potret warga Rusia kabur ke Georgia (Foto: REUTERS/Irakli Gedenidze)
Jakarta -

Pemerintah Rusia menyatakan saat ini belum ada keputusan yang diambil mengenai apakah akan menutup perbatasan Rusia untuk menghentikan eksodus warga Rusia yang melarikan diri dari negara itu. Eksodus ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi militer untuk perang di Ukraina, mobilisasi militer pertama sejak Perang Dunia II.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Selasa (27/9/2022), ditanya tentang kemungkinan penutupan perbatasan, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan: "Saya tidak tahu apa-apa tentang ini. Saat ini, belum ada keputusan yang diambil mengenai hal ini."

Sebelumnya, beredar kabar bahwa otoritas Rusia mungkin menutup perbatasan untuk menghentikan warga Rusia yang kabur ke negara-negara tetangga sejak Putin memberi perintah untuk memanggil ratusan ribu tentara cadangan dalam eskalasi terbesar dari perang tujuh bulan di Ukraina.

Penerbangan keluar dari Rusia telah terjual habis dan mobil-mobil telah menumpuk di pos-pos pemeriksaan perbatasan. Bahkan dilaporkan antrean kendaraan berlangsung hingga 48 jam di satu-satunya perbatasan darat ke Georgia, tetangga pro-Barat yang memungkinkan warga Rusia masuk tanpa visa.

Menurut statistik pemerintah, ibu kota Georgia, Tbilisi, telah melihat masuknya sekitar 40.000 warga Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pemandangan seperti yang terjadi di perbatasan Rusia-Georgia ini juga terjadi di perlintasan dengan Kazakhstan, Finlandia dan Mongolia, yang semuanya melaporkan antrean yang padat.

"Setiap orang yang dalam usia wajib militer harus dilarang bepergian ke luar negeri dalam situasi saat ini," kata Sergei Tsekov, seorang anggota parlemen senior yang mewakili Krimea di majelis tinggi parlemen Rusia, kepada kantor berita RIA.

Simak juga video 'Warga Rusia Menari Tolak Mobilisasi, Setelah Itu Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT