ADVERTISEMENT

AS Beri Bantuan Kemanusiaan Rp 2,5 T untuk Rohingya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 11:02 WIB
Rohingya refugees who fled from Myanmar wait to be let through by Bangladeshi border guards after crossing the border in Palang Khali, Bangladesh  October 16, 2017.  REUTERS/ Zohra Bensemra     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi -- Pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh (dok. Reuters)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan bantuan kemanusiaan tambahan sebesar US$ 170 juta (Rp 2,5 triliun) untuk warga Muslim Rohingya, baik yang ada di Myanmar maupun yang mengungsi ke negara lainnya terutama Bangladesh.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/9/2022), bantuan tambahan untuk etnis minoritas Muslim Rohingya itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dalam pernyataannya pada Kamis (22/9) waktu setempat.

"Dengan pendanaan baru ini, total bantuan kami dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai nyaris US$ 1,9 miliar (Rp 28,5 triliun) sejak Agustus 2017, ketika lebih dari 740.000 warga Rohingya terpaksa mengungsi ke tempat yang aman di Cox's Bazar, Bangladesh," ucap Blinken.

Bantuan itu diumumkan sebulan setelah badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan pendanaan untuk membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh 'sangat kurang dari kebutuhan'.

Lebih dari satu juta pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp kumuh yang ada di Bangldesh bagian selatan -- kamp pengungsi terbesar di dunia. Para pengungsi Rohingya di sana hanya memiliki prospek yang kecil untuk pulang ke Myanmar, di mana mereka tidak memiliki status kewarganegaraan dan hak-hak lainnya.

Babak baru bantuan kemanusiaan AS untuk Rohingya itu, sebut Blinken, akan mencakup US$ 93 juta yang disalurkan melalui Departemen Luar Negeri dan US$ 77 juta yang disalurkan melalui Badan PBB untuk Pembangunan Internasional.

Blinken juga menambahkan bahwa dana lainnya sebesar US$ 138 juta telah dialokasikan secara spesifik untuk program-program di Bangladesh. Blinken juga menyatakan AS tengah bekerja sama dengan pemerintah Bangladesh dan dengan Muslim Rohingya untuk mencari solusi atas krisis tersebut.

Simak juga 'Mendobrak Jalan Buntu Penantian Pengungsi ke Negara Impian':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT