Waduh! Indonesia-Brasil Penyebab Terbesar Hilangnya Hutan Tropis

ADVERTISEMENT

Waduh! Indonesia-Brasil Penyebab Terbesar Hilangnya Hutan Tropis

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 11:52 WIB
An aerial view shows a deforested plot of the Amazon rainforest in Manaus, Amazonas State, Brazil July 8, 2022. REUTERS/Bruno Kelly
Ilustrasi -- Situasi deforestasi di hutan Amazon, Brasil (REUTERS/Bruno Kelly)
Washington DC -

Penelitian terbaru menunjukkan pertambangan skala industri untuk bahan-bahan, seperti batu bara, emas dan bijih besi, telah memacu deforestasi tropis. Hutan-hutan yang dulunya tidak terjamah telah 'dibersihkan' untuk tambang dan akses jalanan.

Dalam studi pertama untuk mengukur dampak pertambangan industri terhadap hilangnya hutan tropis, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/9/2022), sebuah tim ilmuwan internasional mendapati bahwa hanya empat negara yang bisa disalahkan, yakni Brasil, Indonesia, Ghana dan Suriname.

Hasil studi terbaru itu dirilis pada Senin (12/9) waktu setempat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Sementara setidaknya 70 persen deforestasi dilakukan untuk membuka lahan pertanian, menurut studi itu, para ilmuwan menyebut pertambangan industri menjadi kekhawatiran yang muncul karena meningkatnya selera global untuk mineral yang digunakan dalam teknologi energi bersih untuk memerangi perubahan iklim.

"Transisi energi akan membutuhkan mineral dalam jumlah sangat besar -- tembaga, lithium, kobalt -- untuk teknologi dekarbonisasi," ucap salah satu penyusun studi itu, Antony Bebbington, yang merupakan pakar geografi pada Clark University di Massachusetts, AS.

"Kita membutuhkan lebih banyak alat perencanaan di pihak pemerintah dan perusahaan untuk mengurangi dampak pertambangan terhadap hilangnya hutan," imbuh Bebbington.

Studi itu menyebut aktivitas penambangan di seluruh dunia telah mengekstrak lebih dari dua kali bahan baku dibandingkan tahun 2000.

Simak juga 'Curhat Polhut: Penegak Hukum Lain Masih Belum Paham Kerugian Ekologis':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT