Mengerikan! 15 Orang Tewas dalam Kekerasan Selama 2 Hari di Kolombia

ADVERTISEMENT

Mengerikan! 15 Orang Tewas dalam Kekerasan Selama 2 Hari di Kolombia

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 04:31 WIB
A member of the Colombian scientific police inspects outside the bar where six people were murdered by armed men at Las Flores neighborhood in Barranquilla, on September 12, 2022. - At least 15 people were killed over the last two days in Colombia in a spate of violent incidents, authorities said, highlighting the huge task facing President Gustavo Petro. In the northern city of Barranquilla, six people were shot dead by gunmen on Monday morning while drinking in a bar. (Photo by Jesus RICO / AFP)
Situasi setelah kekerasan berdarah di Kolombia (Foto: AFP/JESUS RICO)
Jakarta -

Pihak berwenang Kolombia mengatakan setidaknya 15 orang tewas selama 2 hari di Kolombia dalam serentetan insiden kekerasan. Hal ini menjadi tugas besar yang dihadapi Presiden Gustavo Petro.

Dilansir AFP, Selasa (13/9/2022), di kota utara Barranquilla, 6 orang ditembak mati oleh orang-orang bersenjata pada Senin pagi saat minum di sebuah bar. Polisi mengatakan geng pengedar narkoba Klan Teluk yang kuat melakukan serangan terhadap anggota kelompok saingannya Los Costenos.

Di departemen Santander utara-tengah, pihak berwenang mengatakan seorang guru, istri dan dua anaknya dibunuh oleh sekelompok penyerang pada Minggu pagi waktu setempat.

Sementara itu, 5 migran Venezuela, yang dituduh terlibat dalam pembunuhan, kemudian digantung oleh warga sebagai tindakan balas dendam.

Wali kota setempat mengatakan kepada stasiun radio nasional bahwa para pembunuh adalah 'orang-orang dari Venezuela' yang ingin 'mencuri uang' dan menggunakan pisau untuk membunuh korban mereka.

Wali kota mengatakan balas dendam oleh warga itu terjadi setelah seorang karyawan yang terluka dari keluarga yang terbunuh memberi tahu tetangganya. Mereka kemudian membunuh 5 migran Venezuela yang dituduh terlibat pembunuhan.

"Mereka mengambil keadilan dengan tangan mereka sendiri dan membunuh (5 penyerang)," kata wali kota setempat.

Sementara itu, pada Sabtu malam waktu setempat, seorang pemimpin serikat pekerja ditembak mati oleh dua pengendara sepeda motor bersenjata di kota pelabuhan timur laut Barrancabermeja.

Menurut LSM Indepaz, itu adalah pembunuhan ke-126 terhadap seorang pemimpin serikat pekerja sejak negara menandatangani kesepakatan damai 2016 dengan gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Marxis Kolombia.

Petro, presiden sayap kiri pertama Kolombia, berjanji setelah kemenangan pemilihan Juni untuk membawa 'perdamaian total' di negara yang dilanda konflik itu.

Kolombia telah mengalami enam dekade konflik yang melibatkan gerilyawan kiri, pengedar narkoba, paramiliter sayap kanan dan pasukan negara.

Sebagai mantan gerilyawan kota sendiri, Petro telah berjanji untuk membuka pembicaraan dengan kelompok pemberontak terakhir yang diakui negara itu, Tentara Pembebasan Nasional (ELN).

Dia juga mengatakan dia akan mencari dialog dengan pengedar narkoba dalam upaya untuk mengakhiri siklus kekerasan.

Simak juga '8 Polisi Kolombia Tewas dalam Serangan Kelompok Pemberontak':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT