ADVERTISEMENT

Serangan Malam Hari di Somalia Tengah, Al-Shabaab Bunuh 19 Warga Sipil

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 04 Sep 2022 00:52 WIB
Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Pejuang dari kelompok pemberontak Islam Al-Shabaab kembali menyerang Somalia saat malam hari. Serangan itu menewaskan sedikitnya 19 warga sipil.

Dilanir AFP, Minggu (4/9/2022), serangan itu terjadi dua minggu setelah Al-Shabaab melakukan pemberontakan terhadap negara bagian Somalia, mengepung sebuah hotel di ibu kota Mogadishu selama 30 jam, menyebabkan 21 orang tewas dan 117 terluka.

Serangan terbaru ini terjadi pada Jumat malam. Sumber-sumber mengatakan sedikitnya delapan kendaraan sedang melaju di jalan antara kota Beledweyne dan Maxaas. Pemberontak pun mencegat dan membakar mereka dan membunuh para penumpang.

"Para teroris membantai warga sipil tak berdosa yang sedang bepergian... tadi malam. Kami tidak memiliki jumlah pasti korban, tetapi 19 mayat telah dikumpulkan," kata tetua klan setempat Abdulahi Hared kepada AFP.

"Mayat-mayat masih dikumpulkan, termasuk perempuan dan anak-anak. Jumlahnya bisa lebih dari dua puluh orang," kata Ali Jeyte, gubernur wilayah Hiiraan di mana serangan itu terjadi.

"Ini adalah serangan mengerikan yang belum pernah terjadi di wilayah kami. Ini adalah warga sipil tak berdosa yang tidak melakukan apa pun untuk mendapatkan ini," tambah pemimpin klan lokal lainnya, Mohamed Abdirahman.

Al-Shabaab dalam sebuah pernyataan mengatakan mereka menargetkan pejuang dari sub-klan lokal yang baru-baru ini membantu pasukan pemerintah dan bahwa mereka membunuh 20 "milisi dan mereka yang mengangkut material untuk mereka", menghancurkan sembilan kendaraan mereka.

Pejuang lokal dan pasukan keamanan merebut kembali beberapa desa dari Al-Shabaab di wilayah tersebut pada akhir Agustus.

Kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda telah memerangi pemerintah federal Somalia yang didukung secara internasional sejak 2007.

Itu telah diusir dari kota-kota utama negara itu, termasuk Mogadishu pada 2011, tetapi tetap menjadi ancaman keamanan yang serius di wilayah pedesaan yang luas.

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, terpilih pada Mei setelah krisis politik yang berkepanjangan, berjanji untuk mengobarkan "perang habis-habisan" untuk melenyapkan Al-Shabaab setelah serangan hotel di Mogadishu.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT