Petinggi WHO Dinonaktifkan Terkait Tuduhan Rasis-Kasar ke Staf

ADVERTISEMENT

Petinggi WHO Dinonaktifkan Terkait Tuduhan Rasis-Kasar ke Staf

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Agu 2022 15:45 WIB
FILE - World Health Organization Regional Director for Western Pacific Takeshi Kasai addresses the media at the start of the five-day annual session Monday, Oct. 7, 2019, in Manila, Philippines. Kasai has been indefinitely removed from his post, according to internal correspondence Friday, Aug. 26, 2022, obtained by the Associated Press. (AP Photo/Bullit Marquez, File)
Takeshi Kasai (AP Photo/Bullit Marquez, File)
Jenewa -

Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Pasifik Barat, Dr Takeshi Kasai, dinonaktifkan dari jabatannya untuk batasan waktu yang tidak ditentukan. Penonaktifan itu dilakukan setelah Kasai dituduh bersikap rasis, kasar dan tidak etis terhadap puluhan stafnya.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (31/8/2022), penonaktifan itu terjadi beberapa bulan setelah investigasi Associated Press mengungkapkan puluhan staf menuduh petinggi WHO itu bersikap rasis, kasar dan tidak etis, yang merusak upaya-upaya badan kesehatan dunia itu untuk menghentikan pandemi virus Corona (COVID-19) di kawasan Asia.

Informasi soal penonaktifan Kasai itu diketahui dari korespondensi internal WHO beberapa waktu terakhir, yang didapatkan oleh Associated Press.

Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberitahu pada staf di kawasan Pasifik Barat lewat email pada Jumat (26/8) waktu setempat, bahwa Kasai sedang 'cuti' tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam emailnya, Tedros menyatakan Wakil Dirjen Dr Zsuzsanna Jakab akan tiba di Manila, lokasi kantor regional WHO, pada Selasa (30/8) waktu setempat, untuk 'memastikan kelangsungan bisnis'.

Dua pejabat senior WHO yang enggan disebut identitasnya karena tidak bisa berbicara kepada pers, menyatakan Kasai ditempatkan dalam cuti administratif yang diperpanjang setelah para penyidik internal membuktikan beberapa aduan pelanggaran.

WHO dalam pernyataannya mengatakan tidak diketahui secara jelas soal berapa lama Kasai dinonaktifkan. Namun WHO menegaskan penyelidikan terhadap Kasai terus berlangsung.

Diyakini bahwa itu menjadi momen pertama bagi seorang direktur regional WHO untuk dibebastugaskan atau dinonaktifkan dari jabatan mereka. Kasai belum memberikan komentarnya, namun sebelumnya telah membantah dirinya menggunakan bahasa yang rasis atau bertindak tidak profesional.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT