Skandal Bank China Picu Demo Besar-besaran, 200 Tersangka Ditangkap

ADVERTISEMENT

Skandal Bank China Picu Demo Besar-besaran, 200 Tersangka Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Agu 2022 13:52 WIB
In this photo released by Yang on Sunday, July 10, 2022, people hold banners and chant slogans during a protest at the entrance to a branch of Chinas central bank in Zhengzhou in central Chinas Henan Province. A large crowd of angry Chinese bank depositors faced off with police Sunday, some reportedly injured as they were roughly taken away, in a case that has drawn attention because of earlier attempts to use a COVID-19 tracking app to prevent them from mobilising. (AP Photo/Yang)
Momen saat warga menggelar unjuk rasa pada 10 Juli lalu, di luar bank lokal Provinsi Henan yang dilanda skandal (dok. AP Photo/Yang)
Beijing -

Kepolisian China menangkap lebih dari 200 tersangka terkait salah satu skandal perbankan terbesar di negara itu. Skandal perbankan itu memicu unjuk rasa besar-besaran yang langka dan memberikan pukulan besar bagi kepercayaan publik terhadap sistem keuangan di China.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/8/2022), dalam skandal yang terjadi sejak April lalu, empat bank lokal di Provinsi Henan menangguhkan penarikan tunai karena regulator menindak tegas manajemen yang buruk. Langkah itu berarti membekukan dana ratusan ribu nasabah hingga memicu unjuk rasa yang berujung tindak kekerasan.

Kepolisian kota Xuchang, yang ada di Provinsi Henan, menyatakan pada Senin (29/8) waktu setempat bahwa pihaknya telah menangkap 234 tersangka yang diduga terlibat dalam skandal perbankan itu. Disebutkan juga oleh kepolisian bahwa kemajuan telah dicapai dalam upaya memulihkan dana nasabah yang dicuri.

Lebih lanjut, Kepolisian Xuchang menyebut bahwa sebuah geng telah menguasai sejumlah bank lokal, menarik nasabah dengan bunga tinggi hingga 18 persen. Sejumlah besar dana nasabah, sebut kepolisian, kemudian 'dieksploitasi oleh pialang keuangan'.

Otoritas setempat sebelumnya menyebut geng yang tidak disebut namanya itu, telah secara efektif mengendalikan bank-bank lokal sejak tahun 2011.

Sektor perbankan di area pedesaan China terdampak parah oleh upaya-upaya otoritas Beijing untuk mengendalikan gelembung properti dan utang yang membengkak, dalam penindakan tegas sektor keuangan yang memiliki efek riak di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Ukuran dan skala tindak penipuan yang terjadi, menurut para analis setempat, memberikan pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kepercayaan publik pada sistem keuangan China, dengan bank-bank yang terlibat diduga telah beroperasi secara ilegal selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT