Banding Terakhir Ditolak, Najib Razak Dibawa ke Penjara!

ADVERTISEMENT

Banding Terakhir Ditolak, Najib Razak Dibawa ke Penjara!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 23 Agu 2022 17:31 WIB
Malaysias former prime minister Najib Razak (C) arrives at the Duta Court complex awaiting a verdict in his corruption trial in Kuala Lumpur on July 28, 2020. - A Malaysian court will hand down its verdict in Najib Razaks first corruption trial on July 28 following a long-running case probing the former prime ministers role in the multi-billion-dollar 1MDB scandal. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Mantan PM Malaysia Najib Razak (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Jakarta -

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dibawa ke penjara tak lama setelah pengadilan tertinggi negara itu menguatkan hukuman penjara 12 tahun untuk kasus korupsi dalam skandal keuangan 1MDB.

"Kami diberitahu bahwa dia telah dibawa ke Penjara Kajang, di selatan ibu kota Kuala Lumpur," kata menantu perempuan Najib, Nur Sharmila Shaheen kepada AFP, Selasa (23/8/2022).

"Ayah mertua saya meminta kami untuk menjaga keluarga. Dia tetap kuat dan tenang," ujarnya.

Beberapa saat sebelumnya, Pengadilan Federal Malaysia yang tertinggi di negara itu menolak banding terakhir yang diajukan Najib dan menguatkan vonis yang dijatuhkan terhadapnya terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Ini berarti Najib tetap dihukum 12 tahun penjara, sesuai yang dijatuhkan sebelumnya oleh pengadilan yang lebih rendah.

"Kami mendapati banding itu tanpa manfaat apapun. Kami menyatakan vonis dan hukuman yang dijatuhkan sudah tepat," tegas hakim ketua Maimun Tuan Mat saat membacakan putusan mewakili panel lima hakim pada Pengadilan Federal Malaysia, seperti dilansir AFP, Selasa (23/8/2022),

"Berdasarkan hal tersebut di atas, telah menjadi pandangan bulat dari kami bahwa bukti yang dibawa selama persidangan telah sangat menunjukkan terdakwa bersalah untuk semua tujuh dakwaan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Maimum menyebut sama saja 'mengejek keadilan' jika panel hakim federal menyatakan Najib tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan yang dijeratkan.

"Itu akan mengejek keadilan dari tingkat tertinggi jika ada pengadilan yang beralasan, dihadapkan dengan bukti semacam itu, menyatakan bahwa pemohon tidak bersalah atas tujuh dakwaan yang dijeratkan terhadapnya," sebut Maimun.

Simak Video: Upaya Terakhir Mantan PM Malaysia Najib Razak di Mega Kasus 1 MDB

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT