ADVERTISEMENT

Mahathir Mohamad: AS Memprovokasi Perang di Taiwan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2022 00:04 WIB
BEIJING, CHINA - APRIL 26:  Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad delivers his speech for the opening ceremony of the Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) April 26, 2019 in Beijing, China.  (Photo by How Hwee Young-Pool/Getty Images)
Mahathir Mohamad (Getty Images/Pool)
Jakarta -

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menuding Amerika Serikat (AS) memprovokasi peperangan di Taiwan. Mahathir memang dikenal sebagai tokoh yang sering mengkritik Barat.

Dilansir The Associated Press (AP), Jumat (19/8/2022), Mahathir memperingatkan AS yang memusuhi China lewat lawatan Ketua DPR AS Nancy Pelosi awal bulan lalu.

"China memperbolehkan Taiwan tetap seperti dirinya. Tidak ada masalah. Mereka tidak menginvasi. Jika mereka ingin menginvasi, mereka bakal sudah menginvasi. Mereka tidak melakukannya. Tapi Amerika memprovokasi (mereka) supaya ada perang, supaya China bikin kesalahan untuk mencoba menduduki Taiwan," kata Mahathir, pria 97 tahun itu.

"Kemudian bakal ada alasan... untuk AS supaya bisa membantu Taiwan, bahkan perang melawan China dan menjual banyak senjata ke Taiwan," imbuhnya.

Menyusul kunjunga Pelosi ke Taiwan, China melancarkan latihan militer di dekat Pulau Taiwan. Beijing memperingatkan Washington agar tidak mendorong Taiwan membuat kemerdekaan permanen secara de facto. Bila itu terjadi, China bakal berperang.

Selain itu, Mahathir juga bicara mengenai politik dalam negerinya. Partai penguasa, United Malay National Organization (UMNO) bersiap memenangkan pemilu. Dia percaya pemilih di Malaysia bakal kembali memilih UMNO karena tertarik dengan tawaran duit dan insentif.

(dnu/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT