ADVERTISEMENT

Erdogan, Guterres, dan Zelensky akan Bertemu di Ukraina Kamis

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 05:18 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Foto: Recep Tayyip Erdogan (AP/Francisco Seco)
Jakarta -

Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres akan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di Ukraina. Mereka rencananya akan bertemu pada Kamis (18/8).

Dilansir dari kantor berita AFP pertemuan itu disebut untuk membahas soliusi politik untuk konflik Ukraina. Guterres, Erdogan dan Zelensky akan bertemu di kota barat Lviv.

"(Membahas) perlunya solusi politik untuk konflik ini," kata juru biara PBB Stephane Dujarric.

Sekjen PBB kemudian akan mengunjungi kota pelabuhan Odessa di Ukraina. Kota tersebut merupakan salah satu dari tiga pelabuhan yang digunakan dalam kesepakatan baru-baru ini untuk mengekspor biji-bijian. Setelah itu Guterres akan menuju ke Turki.

Kondisi Terkini Ukraina

Dilansir Reuters, Selasa (16/8/2022), Kiev dan Moskow telah saling melempar tuduhan soal gempuran di dekat PLTN Zaporizhzhia dalam beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran bencana nuklir di kompleks tersebut, yang mendominasi tepi selatan bendungan besar di Sungai Dnipro.

PLTN Zaporizhzhia, yang merupakan pembangkit nuklir terbesar di Eropa itu, terletak di kota Enerhodar yang kini dikuasai pasukan Rusia. Yevhen Yevtushenko selaku kepala otoritas distrik Nikopol, yang terletak di seberang sungai dari Energodar, menyalahkan pasukan Rusia atas gempuran terbaru itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan tentara Rusia yang menyerang PLTN Zaporizhzhia atau menggunakannya sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan bahwa mereka akan menjadi 'target khusus'.

"Setiap tentara Rusia yang menembak tanaman, atau menembak menggunakan tanaman sebagai penutup, harus memahami bahwa ia menjadi target khusus untuk agen intelijen kami, untuk layanan khusus kami, untuk tentara kami," kata Zelenskiy dalam pidatonya Sabtu malam waktu setempat.

(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT