Iran Sangkal Terlibat Penikaman Novelis Salman Rushdie

ADVERTISEMENT

Iran Sangkal Terlibat Penikaman Novelis Salman Rushdie

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 15:54 WIB
FILE - Author Salman Rushdie appears during the Mississippi Book Festival in Jackson, Miss., on Aug. 18, 2018. Rushdie, whose writing led to death threats, has been attacked on stage at an event in western New York (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)
Novelis Salman Rushdie dalam foto tahun 2018 (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)

Tahun 1989 silam, pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, menerbitkan fatwa yang menyerukan umat Muslim untuk membunuh Rushdie dan siapapun yang terlibat dalam penerbitan novel 'Ayat-ayat Setan' yang dianggap menista agama itu.

Sebuah yayasan di Iran bahkan menawarkan imbalan hingga US$ 3 juta untuk kepala Rushdie.

Dalam pernyataannya, Kanaani menambahkan bahwa Iran tidak 'memiliki informasi lainnya selain apa yang telah dilaporkan media-media Amerika'.

"Barat mengecam tindakan penyerang dan sebaliknya, memuliakan tindakan penghina keyakinan Islam, merupakan sikap yang kontradiktif," cetus Kanaani.

Pelaku penikaman Rushdie yang diidentifikasi sebagai Hadi Matar (24) telah ditangkap polisi AS. Matar juga telah dijerat dakwaan percobaan pembunuhan dan dihadirkan di hadapan pengadilan AS, di mana dia mengaku tidak bersalah.

Laporan media sebelumnya menyebut Matar yang keturunan Lebanon dan lahir di AS itu sebagai simpatisan ekstremis Syiah dan pendukung Garda Revolusi Iran.

Sementara Rushdie yang berusia 75 tahun mengalami kerusakan liver dan saraf-saraf pada lengan serta salah satu matanya terputus. Agen buku Rushdie bahkan menyebut novelis yang pernah meraih penghargaan penghargaan bergengsi Inggris, Booker Prize, itu kemungkinan kehilangan salah satu matanya.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT