ADVERTISEMENT

Iran Sangkal Terlibat Penikaman Novelis Salman Rushdie

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 15:54 WIB
FILE - Author Salman Rushdie appears during the Mississippi Book Festival in Jackson, Miss., on Aug. 18, 2018. Rushdie, whose writing led to death threats, has been attacked on stage at an event in western New York (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)
Novelis Salman Rushdie dalam foto tahun 2018 (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)
Teheran -

Otoritas Iran dengan tegas membantah terlibat dalam penikaman novelis 'Ayat-ayat Setan' Salman Rushdie di New York, Amerika Serikat (AS). Iran justru menyalahkan Rushdie sendiri sebagai penyebab serangan brutal itu.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Senin (15/8/2022), bantahan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani sekitar dua hari setelah Rushdie diserang di atas panggung saat menghadiri sebuah acara di New York, yang menjadi tempat tinggalnya selama beberapa tahun terakhir.

"Kami dengan tegas membantah (dugaan keterkaitan apapun dengan penyerangan itu)," tegas Kanaani dalam pernyataannya pada Senin (15/8).

"Tidak ada yang berhak menuduh Republik Islam Iran dalam hal ini," imbuhnya.

Pernyataan yang disampaikan Kanaani ini menjadi komentar resmi pertama Iran terhadap penikaman Rushdie yang terjadi Jumat (12/8) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Kanaani menyalahkan Rushdie dan para pendukungnya sebagai pemicu aksi penikaman brutal itu.

"Kami, dalam insiden penyerangan Salman Rushdie di AS, tidak menganggap bahwa siapa pun pantas disalahkan dan dituduh kecuali dia (Salman Rushdie-red) dan para pendukungnya," ucap Kanaani saat berbicara dalam konferensi pers mingguan di Teheran.

"Dengan menghina hal-hal suci Islam dan melanggar red line lebih dari satu setengah miliar Muslim dan semua pengikut agama-agama ilahi, Salman Rushdie telah mengekspose dirinya pada kemarahan orang-orang," sebutnya.

Rushdie harus hidup dalam persembunyian selama lebih dari 30 tahun setelah menerbitkan novel 'Ayat-ayat Setan' (The Satanic Verses) tahun 1988 silam, yang menuai protes keras umat Muslim karena dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad SAW.

Simak Video 'Tampang Hadi Matar, Pelaku Penusukan Salman Rushdie':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT