ADVERTISEMENT

Taliban Pukuli Demonstran Wanita-Lepas Tembakan Saat Bubarkan Unjuk Rasa

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 17:49 WIB
Taliban fighters fire into the air to disperse Afghan women protesters in Kabul on August 13, 2022. - Taliban fighters beat women protesters and fired into the air on Saturday as they violently dispersed a rare rally in the Afghan capital, days ahead of the first anniversary of the hardline Islamists return to power. (Photo by Wakil KOHSAR / AFP)
Para demonstran wanita di Kabul, Afghanistan, berlarian ketika petermpur Taliban melepas tembakan ke udara untuk memubarkan aksi unjuk rasa mereka (AFP/WAKIL KOHSAR)
Kabul -

Para petempur Taliban dilaporkan memukuli sejumlah demonstran wanita dan melepaskan tembakan ke udara saat membubarkan unjuk rasa langka yang digelar kaum wanita di Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (13/8). Unjuk rasa itu digelar menjelang peringatan setahun berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/8/2022), sejak mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus tahun lalu, Taliban merenggut kembali kebebasan yang dimiliki wanita Afghanistan selama dua dekade intervensi Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Laporan koresponden AFP menyebut bahwa sekitar 40 wanita yang meneriakkan 'roti, pekerjaan dan kebebasan' menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Pendidikan di Kabul pada Sabtu (13/8) waktu setempat, sebelum para petempur Taliban membubarkan mereka dengan melepas tembakan ke udara.

Para demonstran wanita pun berlarian, dan laporan AFP menyebut bahwa beberapa demonstran wanita yang berlindung di toko-toko terdekat dikejar dan dipukuli oleh para petempur Taliban dengan gagang senapan.

Dalam aksinya, para demonstran wanita itu membawa spanduk bertuliskan '15 Agustus adalah hari kelam' dan menuntut hak-hak mereka untuk bekerja juga berpartisipasi dalam politik.

"Keadilan, keadilan. Kami muak dengan ketidakpedulian," teriak para demonstran yang kebanyakan tidak mengenakan cadar.

"Sangat disayangkan, Taliban dari dinas intelijen datang dan melepas tembakan ke udara. Mereka membubarkan wanita-wanita itu, merobek spanduk kami dan menyita telepon genggam banyak wanita," tutur Zholia Parsi yang merupakan salah satu penyelenggara aksi itu.

Koresponden AFP yang ada di lokasi juga melaporkan telah menyaksikan langsung beberapa jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa itu -- unjuk rasa pertama yang digelar kaum wanita dalam beberapa bulan terakhir -- ikut dipukuli oleh para petempur Taliban.

Belum ada tanggapan resmi dari Taliban soal tindakan keras para petempur mereka saat membubarkan unjuk rasa itu.

(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT