9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan di Pangkalan Udara Crimea

ADVERTISEMENT

9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan di Pangkalan Udara Crimea

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 13:13 WIB
A satellite image by Planet Labs PBC shows Saki Air Base after an explosion there Wednesday, Aug. 10, 2022, in the Crimean Peninsula, the Black Sea peninsula seized from Ukraine by Russia and annexed in March 2014. Ukraine said Wednesday that nine Russian warplanes were destroyed in a deadly string of explosions at an air base in Crimea that appeared to be the result of a Ukrainian attack, which would represent a significant escalation in the war. (Planet Labs PBC via AP)
Citra satelit dari Planet Labs PBC menunjukkan kondisi Pangkalan Udara Saki di Crimea setelah ledakan terjadi (Planet Labs PBC via AP)

Penasihat kepresidenan Ukraina, Oleksiy Arestovych, secara sinis menyebut ledakan itu bisa disebabkan oleh senjata jarak jauh buatan Ukraina atau ulah dari kelompok gerilya Ukraina yang beroperasi di Crimea.

Seorang anggota parlemen Ukraina, Oleksandr Zaivtnevich, secara terpisah menyebut lapangan terbang di pangkalan udara itu tidak bisa digunakan lagi. Dia melaporkan via Facebook bahwa pangkalan udara itu menampung jet tempur, pesawat pengintaian taktis dan pesawat transpor militer.

Citra satelit dari Planet Labs PBC yang diambil pada Rabu (10/8) siang menunjukkan area rerumputan seluas dua kilometer persegi hangus terbakar di Pangkalan Udara Saki. Beberapa kawah di tanah terlihat di dekat landasan -- biasanya menjadi tanda-tanda ledakan kuat.

Dua landasan tidak mengalami kerusakan dan diduga masih beroperasi. Beberapa jet tempur di jalur penerbangan telah dipindahkan lebih jauh dari landasan, jika dibandingkan citra satelit pada Selasa (9/8) waktu setempat, sebelum ledakan terjadi.

Pangkalan itu menjadi rumah bagi Skuadron Udara Serangan Angkatan Laut Independen ke-43 Rusia sejak Moskow mencaplok Crimea. Skuadron itu menerbangkan jet tempur Sukhoi Su-24 dan Sukhoi Su-30. Pangkalan itu juga memiliki bungker dan hanggar bawah tanah, yang biasanya digunakan untuk menyimpan amunisi jika terjadi kebakaran. Fasilitas itu tidak tampak rusak menurut citra satelit.

"Kremlin memiliki sedikit insentif untuk menuduh Ukraina melakukan serangan yang memicu kerusakan karena serangan semacam itu akan menunjukkan ketidakefektifan sistem pertahanan udara Rusia," sebut Institut Studi Perang yang berbasis di Washington DC.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT