Keras! China Tak Akan Toleransi Aktivitas Separatis Taiwan

ADVERTISEMENT

Keras! China Tak Akan Toleransi Aktivitas Separatis Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 13:51 WIB
In this photo released by Chinas Xinhua News Agency, air force and naval aviation corps of the Eastern Theater Command of the Chinese Peoples Liberation Army (PLA) fly planes at an unspecified location in China, Thursday, Aug. 4, 2022. China conducted
Pesawat tempur China lepas landas dari lokasi dirahasiakan di China saat latihan militer digelar pada Kamis (4/8) lalu (dok. Fu Gan/Xinhua via AP)

China terakhir kali menerbitkan buku putih soal Taiwan tahun 2000 lalu. Sejak akhir tahun 1990-an, Taiwan telah berubah dari autokrasi menjadi demokrasi yang dinamis, dan identitas Taiwan yang berbeda telah muncul. Hubungan antara Taiwan dan China memburuk secara signifikan sejak Tsai Ing-wen menjabat Presiden Taiwan tahun 2016.

Tsai dan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa tidak menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.

Buku putih China soal Taiwan itu juga menjanjikan kemakmuran ekonomi Taiwan serta 'keamanan dan martabat yang lebih besar' setelah 'reunifikasi'. Namun tawaran itu datang di bawah bayang-bayang latihan militer besar-besaran yang digelar China di sekitar wilayah Taiwan, termasuk latihan blokade.

Latihan itu memicu kekhawatiran bahwa pemimpin Partai Komunis China tengah mempersiapkan invasi. Latihan militer China yang sebelumnya disebut akan selesai pada Minggu (7/8) waktu setempat, ternyata berlanjut hingga pekan ini tanpa ada konfirmasi kapan akan benar-benar berakhir.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dalam pernyataannya pada Rabu (10/8) waktu setempat menyebut latihan itu fokus pada menetapkan dominasi di udara dan merilis video serta foto yang menunjukkan jet-jet tempur Beijing melakukan manuver di udara.

Otoritas Taiwan menuduh China memanfaatkan kunjungan Pelosi sebagai dalih untuk latihan invasi ke wilayahnya.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT