ADVERTISEMENT

Debat Panas Menlu Jerman Vs Turki Kala Bahas Yunani hingga Kurdi

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 23:17 WIB
Turkish Foreign Minister Mevlut Cavusoglu and German Foreign Minister Annalena Baerbock attend a news conference in Istanbul, Turkey, July 29, 2022. REUTERS/Umit Bektas
Menlu Jerman Annalena Baerbock dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu saat menghadiri konferensi pers bersama di Istanbul pada Jumat (29/7) waktu setempat (Foto: REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta -

Debat panas terjadi antara Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. Keduanya debat terkait berbagai isu, mulai dari pertikaian Turki-Yunani hingga soal militan Kurdi.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (30/7/2022), keduanya debat saat konferensi pers. Momen perdebatan itu ditunjukkan di depan wartawan.

Adapun konferensi pers itu digelar di Istanbul pada Jumat (29/7) waktu setempat. Kegiatan itu dimulai satu jam lebih lambat dari jadwal dan berlangsung selama satu jam. Wartawan setempat hadir langsung dalam konferensi pers tersebut. Suasana konferensi pers pun diselimuti ketegangan.

Saling Kritik Kebijakan

Konferensi pers diawali dengan pernyataan tenang oleh Baerbock dan Cavusoglu, namun kemudian menjadi semakin tegang dengan keduanya saling mengkritik kebijakan satu sama lain.

Baerbock yang melakukan pembicaraan dengan Menlu Yunani Nikos Dendias sebelum berkunjung ke Turki untuk pertama kalinya, tiba-tiba membahas soal perselisihan Ankara dan Athena. Selama di Athena, Baerbock sempat membela Yunani dengan menyebut pulau-pulau Yunani merupakan wilayah Yunani, dan tidak ada yang berhak mempertanyakannya.

Diketahui bahwa Turki menuduh Yunani secara ilegal mempersenjatai gugusan kepulauan mereka -- beberapa di antara pulau itu terlihat dari pantai Turki. Dalam responsnya, Athena menuduh Ankara merencanakan serangan militer provokatif dan mengancam perang.

"Kita tidak bisa menyelesaikan masalah Mediterania bagian timur dengan meningkatkan ketegangan," cetus Baerbock saat berbicara di sebelah Cavusoglu di hadapan wartawan di Istanbul.

"Mengapa Anda menutup mata terhadap tindakan Yunani yang melanggar hukum," ucap Cavusolgu menimpali Baerbock.

Cavusoglu Sebut Jerman Tak Netral di Perselisihan Turki-Yunani-Siprus

Cavusoglu kemudian menyebut Jerman telah kehilangan sikap netral dalam menengahi perselisihan Turki, Yunani dan Siprus. Dia menambahkan bahwa Jerman seharusnya mendengarkan semua pihak tanpa prasangka.

"Negara-negara ketiga, termasuk Jerman, tidak seharusnya menjadi alat provokasi dan propaganda, khususnya oleh Yunani dan pihak Siprus Yunani," tegasnya.

Turki dan Jerman menjalin hubungan yang hangat pada era Kanselir Angela Merkel, yang menjabat sebelum Kanselir Olaf Scholz. Namun Baerbock yang merupakan pemimpin Partai Hijau di Jerman ini lebih kritis terhadap Turki dan membahas sejumlah isu-isu terkait Turki yang disebutnya 'sulit'.

Selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT