ADVERTISEMENT

Corona Muncul Lagi, Wuhan Tutup Sejumlah Bisnis-Transportasi Umum

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 11:06 WIB
A man holding his bicycle with a school bag on it gets a throat swab during a mass COVID-19 test at a residential compound in Wuhan in central Chinas Hubei province, Tuesday, Feb. 22, 2022. Wuhan, the first major outbreak of the coronavirus pandemic has reported more than dozen new coronavirus cases this week, prompting the authority to step up precautious measures. (Chinatopix via AP)
warga Wuhan menjalani tes COVID-19 (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Otoritas kota metropolitan Wuhan di China untuk sementara menutup beberapa kegiatan bisnis dan transportasi umum di sebuah distrik yang berpenduduk hampir satu juta orang. Ini dilakukan ketika kota tempat pandemi virus Corona pertama kali muncul tersebut tengah meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya beberapa kasus infeksi baru COVID-19.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (27/7/2022), China, yang menerapkan kebijakan "nol-COVID", bergantung pada pengujian massal, pembatasan cepat pada aktivitas bisnis dan pergerakan orang, serta karantina ketat untuk memblokir klaster yang baru agar tidak melebar.

Strategi tersebut telah membantu Wuhan dan daerah-daerah lain di negara itu untuk menjaga jumlah kasus COVID-19 tetap terkendali.

Otoritas distrik Jiangxia di Wuhan, dengan lebih dari 900.000 penduduk, mengatakan daerah perkotaan utamanya harus memasuki pembatasan tiga hari mulai Rabu (27/7) ini. Dengan pembatasan ini, diterapkan larangan banyak acara besar dan makan di restoran, juga penutupan berbagai tempat hiburan umum, pasar produk pertanian dan klinik-klinik kecil serta menghentikan sementara layanan bus dan kereta bawah tanah.

Otoritas juga mendesak warga untuk tidak meninggalkan daerah itu selama tiga hari dan mendorong para pelancong untuk menghindari masuk ke distrik tersebut.

Aturan ini diterapkan setelah otoritas Jiangxia mengatakan pada Selasa (26/7) malam bahwa mereka telah mendeteksi dua kasus COVID-19 selama pengujian rutin dan menemukan dua kasus lainnya dari pemeriksaan individu yang melakukan kontak dekat dengan kedua kasus tersebut.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada hari Rabu (27/7), secara keseluruhan, China melaporkan 703 kasus infeksi baru COVID-19 untuk 26 Juli, 120 di antaranya bergejala dan 583 tidak menunjukkan gejala.

Tidak ada kematian baru yang dilaporkan, sehingga jumlah kematian nasional akibat COVID-19 tetap di angka 5.226.

Simak juga '7 MoU yang Dihasilkan dari Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT