ADVERTISEMENT

Pengakuan Saksi Kasus Korupsi: Mahathir Terima Donasi Politik Rp 8,7 M!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 12:58 WIB
Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad delivers a speech at the International Conference on the Future of Asia in Tokyo, Japan June 11, 2018. REUTERS/Issei Kato
Mahathir Mohamad (dok. REUTERS/Issei Kato)
Kuala Lumpur -

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad disebut pernah menerima donasi politik sebesar 2,6 juta Ringgit (Rp 8,7 miliar) dari perusahaan yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (26/7/2022), tudingan untuk Mahathir itu disampaikan oleh seorang saksi kunci dalam sidang kasus Ahmad Zahid, yang juga menjabat Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- partai terkemuka yang pernah berkuasa lama di Malaysia.

Donasi politik yang diterima Mahathir itu disebut berasal dari Ultra Kirana Sdn Bhd (UKSB), sebuah perusahaan lokal yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Ahmad Zahid.

Dalam kasusnya, Ahmad Zahid menghadapi 33 dakwaan menerima suap total sebesar 42 juta Ringgit dari UKSB sebagai dorongan untuk memperpanjang kontrak perusahaan tersebut sebagai operator layanan One Stop Centre (OSC) di China dan sistem visa asing (VLN) untuk Kementerian Dalam Negeri.

Laporan kantor berita Bernama menyebut seorang saksi kunci yang merupakan mantan manajer administratif UKSB, David Tan Sion Sun, menuturkan dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam pada Senin (25/7) bahwa perusahaannya memberikan 2,6 juta Ringgit kepada Mahathir untuk pendanaan politik.

Dalam pemeriksaan silang oleh pengacara Ahmad Zahid, David Tan mengatakan dana itu dibayarkan melalui keponakan laki-laki Mahathir, Rahmat Abu Bakar, dengan kode 'Kedahan' digunakan.

Saat ditanya lebih lanjut apakah dana 2,6 juta Ringgit diberikan ke Rahmat untuk diberikan kepada Mahatir sebagai dana politik, David Tan menjawab: "Itu benar."

Simak juga 'Mahathir Minta Malaysia Klaim Kepulauan Riau dan Singapura!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT