Alasan WHO Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan Global

ADVERTISEMENT

Alasan WHO Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan Global

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 12:11 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Director General of the World Health Organization (WHO), talks to the media regarding the coronavirus and global health priorities in 2022, during a press conference, at WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Monday, Dec. 20, 2021. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)
Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
Jakarta -

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Wabah cacar monyet diberlakukan darurat kesehatan global karena telah menyebar di berbagai negara.

"Kami memiliki wabah yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat melalui mode transmisi baru yang kami pahami terlalu sedikit. Saya tahu ini bukan proses yang mudah atau langsung dan ada pemandangan yang berbeda," kata Tedros, dilansir dari AP, Minggu (24/7/2022).

Kepala keadaan darurat WHO, Dr Michael Ryan, mengatakan wabah cacar monyet ditetapkan menjadi darurat kesehatan global untuk memastikan dunia mengambil tindakan yang serius.

Meskipun wabah cacar monyet telah menyebar di beberapa bagian Afrika Tengah dan Barat selama beberapa dekade, tidak diketahui pemicu wabah besar di luar benua atau penyebaran secara luas hingga akhirnya terdeteksi di beberapa negara Eropa, Amerika Utara dan tempat lainnya.

Bulan lalu, Komite Pakar WHO mengatakan wabah cacar monyet belum mencapai keadaan darurat internasional, tetapi panel bersidang minggu ini melakukan evaluasi.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, lebih dari 16.000 kasus wabah cacar monyet telah dilaporkan di 74 negara sejak Mei. Hingga kini kematian wabah cacar monyet hanya dilaporkan di Afrika, di mana versi virus yang lebih berbahaya berada di Nigeria dan Kongo.

Di Afrika, wabah cacar monyet terutama menyebar ke orang-orang yang terinfeksi hewan liar seperti tikus, yang biasanya belum melintasi perbatasan. Sementara itu di Eropa, Amerika Utara, dan di beberapa negara lainnya wabah cacar monyet menyebar di antara orang-orang tanpa hubungan dengan hewan atau perjalanan baru-baru ini ke Afrika.

Pakar wabah cacar monyet ternama, Dr Rosamund Lewis mengatakan minggu ini sebanyak 99 persen dari semua kasus cacar monyet di luar Afrika diidap pada pria, dan diantaranya 98% melibatkan pria yang berhubungan seks dengan pria. Para ahli mencurigai wabah cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara tersebar melalui seks di Belgia dan Spanyol.

"Meskipun saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat tentang kepedulian internasional untuk saat ini, ini adalah wabah yang terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. Itu berarti bahwa ini adalah wabah yang dapat dihentikan dengan strategi yang tepat," ujar Tedros.

(yld/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT