ADVERTISEMENT

Bentrok Kelompok Bersenjata Terjadi di Libya, 16 Orang Tewas-52 Terluka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 02:09 WIB
A convoy of cars transporting the Libyan army chief of staff, arrives at a neighbourhood in the capital Tripoli on July 23, 2022, bearing damage caused by recent fighting between armed groups. - At least 16 people were killed and 52 wounded in fighting between armed groups in Tripoli, that started on July 21 and extended into July 22, the health ministry said today. (Photo by Mahmud Turkia / AFP)
Bentrok di Libya (Foto: AFP/MAHMUD TURKIA)
Tripoli -

Kementerian Kesehatan Libya mengatakan sebanyak 16 tewas dalam pertempuran kelompok bersenjata di Tripoli. Sementara 52 orang lainnya dilaporkan terluka.

Dikutip dari AFP, Minggu (24/7/2022), pertempuran dimulai pada Kamis (21/7) malam dan berlanjut hingga Jumat (22/7) sore waktu setempat. Pada hari Sabtu (23/7), kekerasan meletus di kota ketiga Libya Misrata, mendorong kedutaan AS untuk memperingatkan risiko gejolak yang lebih luas.

Misrata adalah kota kelahiran kedua perdana menteri yang bersaing untuk menguasai apa yang tersisa dari pemerintah pusat.

Bentrokan melibatkan satu milisi yang setia kepada pemerintah persatuan Perdana Menteri Abdulhamid Dbeibah melawan satu lagi yang setia kepada saingannya Fathi Bashagha.

Duta Besar AS Richard Norland meminta semua aktor politik dan pendukung mereka di antara kelompok bersenjata untuk mundur guna menghindari eskalasi.

"Bentrokan hari ini di Misrata menunjukkan prospek berbahaya bahwa kekerasan baru-baru ini akan meningkat," kata Norland memperingatkan dalam sebuah tweet.

"Upaya bersenjata baik untuk menguji atau mempertahankan status quo politik berisiko membawa Libya kembali ke era yang menurut warganya telah ditinggalkan," imbuhnya.

Bentrokan Tripoli terjadi antara dua kelompok bersenjata dengan pengaruh besar di barat negara yang dilanda perang yaitu pasukan Al-Radaa dan Brigade Revolusioner Tripoli.

Beberapa sumber mengatakan penahanan satu kelompok terhadap seorang pejuang milik kelompok lain telah memicu pertempuran. Pertempuran kemudian meluas ke beberapa distrik di ibu kota.

Pada hari Jumat, seorang fotografer AFP melaporkan bahwa kelompok lain yang disebut Brigade 444 turun tangan untuk menengahi gencatan senjata. Mereka mengerahkan pasukannya sendiri di zona penyangga sebelum mereka juga mendapat serangan berat.

Libya telah dicengkeram oleh ketidakamanan sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh diktator Moamer Kadhafi pada tahun 2011. Hal ini meninggalkan kekosongan kekuasaan yang harus diisi oleh kelompok-kelompok bersenjata selama bertahun-tahun.

Ketegangan telah meningkat selama berbulan-bulan di Libya ketika perdana menteri yang bersaing saling berhadapan. Ini juga meningkatkan kekhawatiran konflik baru, setelah 2 tahun gencatan senjata mengakhiri upaya menghancurkan oleh kepala militer timur Khalifa Haftar untuk merebut Tripoli dengan paksa.

Korban tewas adalah korban sipil pertama dalam pertempuran di Tripoli sejak gencatan senjata 2020.

Kedua kelompok yang terlibat dalam pertempuran Tripoli secara nominal setia kepada Pemerintah Persatuan Nasional Dbeibah, yang ditunjuk tahun lalu sebagai bagian dari proses perdamaian yang didukung PBB.

Dbeibah telah menolak untuk menyerahkan kekuasaan kepada Bashagha, yang ditunjuk sebagai perdana menteri setelah dia membuat perjanjian dengan Haftar.

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT