ADVERTISEMENT

Lebih dari 500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Spanyol

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 17:38 WIB
A woman queues to buy tickets of lottery during a hot and sunny day in Madrid, Spain, Monday, July 18, 2022. (AP Photo/Manu Fernandez)
Warga Madrid di Spanyol mengantre lotre di tengah suhu panas esktrem (AP Photo/Manu Fernandez)
Madrid -

Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa 'lebih dari 500 orang' tewas dalam 10 hari terakhir akibat gelombang panas yang melanda negara tersebut. Gelombang panas ini tercatat sebagai salah satu yang paling intens yang pernah melanda Spanyol.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/7/2022), Sanchez dalam pengumumannya mengutip penghitungan yang dirilis Carlos III Health Institute pada Senin (18/7) yang memperkirakan jumlah kematian akibat suhu panas ekstrem berdasarkan jumlah kematian berlebih jika dibandingkan angka rata-rata pada tahun sebelumnya.

Institut itu menekankan bahwa jumlah tersebut merupakan perkiraan statistik dan bukan jumlah kematian resmi.

"Selama gelombang panas ini, lebih dari 500 orang tewas akibat suhu udara yang begitu tinggi, menurut statistik," ucap Sanchez dalam pernyataannya.

"Saya meminta warga untuk sangat berhati-hati," imbaunya, sembari menekankan bahwa 'darurat iklim adalah kenyataan'.

Spanyol dicengkeram gelombang panas yang juga menyelimuti sebagian besar wilayah Eropa bagian barat, yang mencetak rekor suhu udara tertinggi hingga 45 derajat Celsius di beberapa wilayah pekan lalu. Suhu udara panas yang ekstrem ini dilaporkan menyebabkan belasan kebakaran hutan di Eropa Barat.

Ribuan orang di Spanyol terpaksa mengungsi akibat rentetan kebakaran hutan, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang.

Simak juga 'Sejumlah Negara yang Alami Gelombang Panas':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT