ADVERTISEMENT

PM Italia Mario Draghi Mau Mengundurkan Diri, tapi Ditolak Presiden

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 04:44 WIB
Italian Prime Minister  Mario Draghi gives a press conference at Canazei Fire Brigade on July 4, 2022, one day after an ice avalanche sparked by the collapse of the largest glacier in the Italian Alps killed at least six people and injured eight others. (Photo by Pierre TEYSSOT / Teyssot / AFP)
Perdana Menteri Italia Mario Draghi (Foto: AFP/PIERRE TEYSSOT)
Roma -

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan bahwa dia akan mengundurkan diri di tengah krisis politik yang dipicu oleh penolakan Partai Gerakan Bintang Lima untuk berpartisipasi dalam mosi tidak percaya pemerintah. Akan tetapi, rencana pengunduran dirinya itu disebut ditolak Presiden Sergio Mattarella.

"Saya ingin mengumumkan bahwa malam ini saya akan menyerahkan pengunduran diri saya kepada presiden," kata Draghi kepada kabinetnya, seperti dilansir AFP, Jumat (15/7/2022).

Dia mengatakan kondisi yang dibutuhkan untuk melanjutkan pemerintahan koalisi 'tidak ada lagi'. Dia juga menyinggung soal kepercayaan pemerintah.

"Pakta kepercayaan yang menjadi dasar pemerintah telah hilang," katanya.

Ditolak Presiden

Presiden Italia Sergio Mattarella menolak pengunduran diri Perdana Menteri Mario Draghi itu. Rencana pengunduran diri ini terjadi dalam krisis politik.

"(Mattarella) tidak menerima pengunduran diri itu, dan mengundang perdana menteri untuk tampil di hadapan parlemen untuk membuat pernyataan," kata istana kepresidenan.

Dilaporkan bahwa PM Draghi akan berpidato di parlemen minggu depan untuk melihat apakah dia memiliki hal yang diperlukan untuk tetap bertahan.

Gerakan Bintang Lima (M5S) yang sebelumnya anti-kemapanan, dipimpin oleh mantan perdana menteri Giuseppe Conte, telah menguras dukungan dalam jajak pendapat dan anggota parlemen, dirugikan oleh perubahan kebijakan dan perpecahan internal.

Keputusan untuk tidak mengikuti pemungutan suara --yang menurut para pakar politik merupakan upaya taktis untuk memenangkan kembali dukungan akar rumput menjelang pemilihan umum 2023-- dapat mendorong koalisi Draghi yang sudah retak untuk runtuh.

Bahkan bisa memajukan pemilihan nasional hingga akhir tahun ini.

Pemerintah selamat dari mosi tidak percaya pada Kamis (14/7) waktu setempat, Draghi sebelumnya telah memperingatkan pada beberapa kesempatan bahwa dia tidak akan melanjutkan sebagai perdana menteri tanpa dukungan Bintang Lima.

Draghi diangkat sebagai perdana menteri pada Februari 2021 oleh Mattarella dan ditugasi melakukan reformasi utama yang diperlukan di bawah dana pemulihan pascapandemi terbesar di Uni Eropa. Dana pemulihan itu senilai sekitar 200 miliar euro untuk Italia.

Pemerintah sejak itu mendapati dirinya terlibat dalam perang di Ukraina, mengambil garis pro-Uni Eropa, sambil memerangi inflasi yang melonjak di dalam negeri.

Dukungan Draghi terhadap Ukraina, yang mencakup pengiriman senjata dan dukungan sanksi Uni Eropa, memenangkan mosi tidak percaya parlemen pada bulan Juni meskipun ada kritik dari Conte bahwa kebijakan tersebut berisiko memicu perlombaan senjata.

Bintang Lima sendiri memenangkan pemilihan legislatif pada tahun 2018 dengan sepertiga suara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kini partai itu menghadapi masa depan yang tidak pasti dengan keretakan internal.

Simak juga 'Kala PM Italia Sebut Erdogan Diktator':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT