ADVERTISEMENT

Serbu Istana, Demonstran Berenang di Kolam Renang Kepresidenan Sri Lanka

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 10 Jul 2022 06:53 WIB
Kolombo -

Demonstran 'menduduki' Istana Kepresidenan Sri Lanka di Kolombo. Puluhan pengunjuk rasa meluapkan emosi dengan berenang di kolam renang kepresidenan.

Dari tayangan video yang dimuat CNN, Minggu (10/7/2022), tampak puluhan orang mengelilingi kolam renang. Beberapa di antaranya ada yang telah berada di dalam kolam.

Terlihat sejumlah demonstran melompat dari tepi kolam. Mereka ada yang masih mengenakan pakaian, ada pula yang telanjang dada.

Senyuman dan tawa tampak menghiasi wajah-wajah yang menikmati kolam renang Istana Kepresidenan. Salah satu warga terlihat merekam rekan-rekannya yang tengah berenang.

Ratusan orang lainnya duduk di rerumputan Istana Kepresidenan Sri Lanka. Mereka terlihat beristirahat.

Presiden Sri Lanka Bakal Mundur

Diberitakan sebelumnya, kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diserbu sejumlah warga yang protes karena krisis ekonomi. Rajapaksa bakal mengundurkan diri dari jabatannya minggu depan.

Dilansir CNN, Minggu (10/7/2022), pernyataan ini diutarakan oleh Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena. Beberapa jam sebelumnya, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyatakan siap mengundurkan diri.

Di bawah konstitusi Sri Lanka, jika Wickremesinghe dan Rajapaksa mengundurkan diri, ketua parlemen akan menjabat sebagai penjabat presiden selama maksimal 30 hari. Sementara itu, parlemen akan memilih presiden baru dalam waktu 30 hari dari salah satu anggotanya yang akan menjabat selama dua tahun sisa masa jabatan saat ini.

PM Sri Lanka Juga Siap Mundur

Ranil Wickremesinghe juga bersedia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri Sri Lanka. Demonstran kini 'menduduki' rumah pribadi Wickremesinghe dan membakarnya.

Dilansir Reuters, Sabtu (9/7/2022), Wickremesinghe mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin partai politik. Pembicaraan ini membahas soal langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah menyusul kerusuhan tersebut.

"Wickremesinghe telah mengatakan kepada para pemimpin partai bahwa dia bersedia mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri dan memberi jalan bagi pemerintahan semua partai untuk mengambil alih," pernyataan kantor PM dilansir Reuters.



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT