ADVERTISEMENT

NATO Ngaku Tak Berencana Kirim Pasukan ke Swedia-Finlandia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 11:37 WIB
NATO Secretary General Jens Stoltenberg gives a press conference on Russias military operation in Ukraine after talks with President of the European Council and European Commission President, at NATO headquarters in Brussels on February 24, 2022. - Russias President Vladimir Putin has launched a military operation in Ukraine on February 24, 2022 after weeks of intense diplomacy and the imposition of Western sanctions on Russia that failed to deter him. (Photo by JOHN THYS / AFP)
Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: AFP/JOHN THYS)
Jakarta -

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan tidak memiliki rencana saat ini untuk mengirim pasukan ke Swedia dan Finlandia, setelah mereka nantinya menyelesaikan proses keanggotaan yang diluncurkan minggu ini.

"Kami tidak berencana untuk memiliki kehadiran tambahan di kedua negara itu, mereka memiliki kekuatan nasional yang tangguh. Mereka mampu membela diri," kata Wakil Sekretaris Jenderal NATO, Mircea Geoana dalam sebuah wawancara telepon seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (6/7/2022).

Sebelumnya pada pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa "jika kontingen militer dan infrastruktur militer dikerahkan di sana, kami akan berkewajiban untuk merespons secara simetris dan meningkatkan ancaman yang sama untuk wilayah-wilayah di mana ancaman telah muncul bagi kami".

Geoana mengatakan bahwa "kami tidak berencana memiliki pangkalan NATO di kedua negara ini, karena mereka memiliki tingkat kematangan militer dan strategis yang sangat tinggi".

Setelah proses keanggotaan Swedia dan Finlandia diluncurkan pada Selasa (5/7), kini terserah kepada parlemen di 30 negara anggota untuk meratifikasi keanggotaan kedua negara itu dalam NATO.

Meskipun pada prinsipnya kesepakatan telah dicapai dengan Turki untuk mencabut keberatannya terkait dengan kebijakan negara-negara Nordik itu terhadap militan Kurdi, masih ada keraguan apakah Ankara akan segera meratifikasi.

"Kami berharap prosesnya akan selesai dengan cepat," kata Geoana.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg mengatakan: "Saya mengandalkan para sekutu untuk memberikan proses ratifikasi yang cepat dan lancar."

Geoana pun memuji dukungan anggota-anggota NATO dan sekutu untuk Ukraina yang mempertahankan diri terhadap invasi Rusia yang diluncurkan sejak 24 Februari lalu.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT