ADVERTISEMENT

Paus Fransiskus Ingin ke Rusia-Ukraina Jadi Pembawa Damai

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 14:33 WIB
Pope Francis recites the Angelus noon prayer from the window of his studio overlooking St.Peters Square, at the Vatican, Sunday, July 3, 2022. (AP Photo/Andrew Medichini)
Paus Fransiskus (AP Photo/Andrew Medichini)
Vatican City -

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, berharap bisa mengunjungi langsung Rusia dan Ukraina yang tengah berperang. Paus Fransikus menyatakan ingin menjadi pembawa damai bagi kedua negara yang berkonflik itu.

Seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Selasa (5/7/2022), harapan Paus Fransiskus berkunjung langsung ke Moskow dan Kiev itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Reuters beberapa waktu terakhir.

Diungkapkan oleh Paus Fransiskus dalam wawancara itu bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Vatikan Pietro Parolin telah membahas kemungkinan kunjungan ke Moskow dalam komunikasi dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov.

Tanda-tanda awalnya tidak terlalu baik. Reuters melaporkan bahwa belum pernah ada Paus yang mengunjungi Moskow. Posisi Paus Fransiskus soal konflik Ukraina turut memperumit situasi, di mana diketahui Paus Fransiskus berulang kali mengecam invasi Rusia ke Moskow.

Pekan lalu, Paus Fransiskus bahkan menuduh Rusia telah mengobarkan 'agresi perang yang kejam dan tidak masuk akal'. Meskipun dalam komentarnya, Paus Fransiskus juga menyatakan bahwa perang di Ukraina mungkin saja diprovokasi atau tidak dicegah.

Ketika pertama ditanya soal rencana kunjungan beberapa bulan lalu, Paus Fransiskus menyebut Moskow saat itu menjawab 'ini bukan waktu yang tepat'. Namun dalam wawancara terbaru dengan Reuters, Paus Fransiskus mengisyaratkan sesuatu mungkin telah berubah.

"Saya ingin pergi (ke Ukraina), dan saya ingin pergi ke Moskow terlebih dulu. Kami telah saling bertukar pesan tentang ini karena saya pikir jika Presiden Rusia (Vladimir Putin-red) memberi saya peluang kecil untuk membawa perdamaian," ucapnya.

Simak juga 'Misi Jokowi Jadi 'Juru Damai' Ukraina dan Rusia':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT