ADVERTISEMENT

Dukungan ke Komunitas LGBT Lewat Bendera Pelangi di Masjid Jerman

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 23:18 WIB
A rainbow flag hangs outside the Ibn Rushd-Goethe mosque in Berlin, Germany on July 1, 2022. - The flag was hoisted prior to Friday prayers in order to set a sign, especially for members of the muslim community, that they dont have to choose between their faith and their sexual identity, but are accepted as they are. (Photo by Adam BERRY / AFP)
Bendera Pelangi (Foto: AFP/ADAM BERRY)

Di bawah rencana undang-undang baru yang diusulkan, pemohon berusia dewasa dapat pergi ke kantor pendaftaran setempat dan menyatakan perubahannya. Anak-anak berusia 14 tahun ke atas juga diizinkan melakukannya dengan izin dari orang tua atau wali sah mereka.

Sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Belgia, Denmark, dan Swiss, telah mengizinkan perubahan status gender yang sah melalui deklarasi diri. Koalisi pemerintahan Jerman berjanji untuk menghapus aturan 'hukum transeksual' sebelumnya ketika baru berkuasa pada Desember 2021.

"Hak untuk menjalani kehidupan yang ditentukan sendiri adalah hal mendasar bagi semua orang," kata Paus saat konferensi pers.

Dia mengatakan prosedur yang ada saat ini 'bukan hanya panjang dan mahal tetapi juga sangat memalukan. Tetapi di atas segalanya, benar-benar berlebihan'.

"Sudah waktunya kita menyesuaikan kerangka hukum dengan realitas masyarakat," ujarnya.

Paus mengatakan setelah perubahan gender resmi didaftarkan seseorang, maka tidak diizinkan ada perubahan lebih lanjut selama satu tahun. Hal ini dimaksudkan untuk 'memastikan keseriusan keinginan untuk berubah'.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT