ADVERTISEMENT

Korban Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia ke Mal di Ukraina Jadi 13 Orang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 04:20 WIB
Rescue workers evacuate a person from a residential building damaged by a Russian missile strike, as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine June 26, 2022. REUTERS/Valentyn Ogirenko      TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi serangan rudal Rusia ke Ukraina (Foto: Reuters)

Lunin mengecam serangan itu sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Menurutnya, serangan itu merupakan tindakan teror sinis terhadap penduduk sipil.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba meminta sekutu Kyiv untuk memasok lebih banyak senjata berat dan menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia.

"Rusia adalah aib bagi kemanusiaan dan harus menghadapi konsekuensinya," tulisnya di Twitter.

Pembantu presiden Mykhaylo Podolyak menuduh Rusia sebagai negara teroris.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan di Twitter bahwa dunia ngeri dengan serangan rudal Rusia hari ini yang menghantam pusat perbelanjaan Ukraina yang ramai- yang terbaru dalam serangkaian kekejaman.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan serangan itu menunjukkan kedalaman kekejaman dan barbarisme pemimpin Rusia Vladimir Putin. Dan Kementerian Luar Negeri Prancis juga mengutuk serangan itu.

"Dengan membom warga sipil dan infrastruktur sipil tanpa pandang bulu, Rusia melanjutkan pelanggaran mengerikan terhadap hukum humaniter internasional," tulisnya di Twitter.

"Rusia harus bertanggung jawab atas tindakannya."


(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT