AS Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Canggih untuk Ukraina

ADVERTISEMENT

AS Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Canggih untuk Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 18:14 WIB
President Joe Biden speaks during a news conference in the East Room of the White House in Washington, Wednesday, Jan. 19, 2022. (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Joe Biden (dok. AP Photo/Susan Walsh)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengumumkan, setidaknya pekan ini, pembelian sistem pertahanan rudal darat-ke-udara baik jarak menengah maupun jarak jauh untuk Ukraina. Sistem pertahanan udara canggih itu akan dikirimkan ke Ukraina untuk membantu melawan invasi Rusia.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/6/2022), hal tersebut diungkapkan oleh seorang sumber yang memahami rencana pengumuman AS kepada CNN. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas AS soal hal ini.

Hal senada juga dilaporkan oleh AFP yang mengutip sumber yang memahami proses pembelian sistem pertahanan untuk Ukraina. Menurut sumber itu, Presiden Joe Biden 'telah menjadikan pengadaan sistem pertahanan udara canggih untuk Ukraina sebagai prioritas'.

Disebutkan sumber itu bahwa pengumuman resmi disampaikan 'kemungkinan pekan ini' soal pembelian 'sistem pertahanan rudal darat-ke-udara jarak menengah hingga jarak jauh yang canggih', juga soal persenjataan lainnya untuk membantu Ukraina.

Baru-baru ini, Biden yang kini tengah menghadiri pertemuan puncak G7 di Jerman yang fokus membahas Ukraina, telah mengumumkan AS akan memberikan 'sistem roket yang lebih canggih dan amunisinya' kepada Ukraina saat perang dengan Rusia terus berlanjut.

Sebelumnya dalam pidato virtual di hadapan para pemimpin G7, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta sistem pertahanan udara dan lebih banyak sanksi untuk Rusia.

Merespons permintaan pasukan Ukraina, bantuan militer lainnya juga kemungkinan akan diumumkan pekan ini, termasuk amunisi artileri tambahan dan radar kontra-baterai.

Para pejabat Ukraina juga meminta sistem pertahanan rudal yang dikenal dengan nama sistem NASAMS, yang mampu mengenai target dalam jarak lebih dari 100 mil (160 kilometer), meskipun menurut sumber, tentara Kiev masih harus menjalani pelatihan untuk menggunakan sistem itu. Sistem NASAMS diketahui merupakan sistem yang sama yang melindungi Washington DC dan area sekitar ibu kota AS itu.

AS diketahui terus mengumumkan bantuan keamanan tambahan untuk Ukraina. Pekan lalu, pemerintahan Biden mengumumkan bantuan militer tambahan untuk Ukraina senilai US$ 450 juta, termasuk memberikan tambahan empat sistem roket peluncuran multipel dan amunisi artileri untuk sistem lainnya.

Awal bulan ini, pemerintahan Biden menyatakan pihaknya memberikan bantuan militer tambahan senilai US$ 1 miliar untuk Ukraina -- paket bantuan yang mencakup pengiriman howitzer tambahan beserta amunisi dan sistem pertahanan pesisir.

CNN melaporkan pekan lalu bahwa penilaian AS terhadap perang mengindikasikan pertempuran panjang dan berat di wilayah Ukraina bagian timur, dengan kerugian besar untuk personel dan peralatan dialami kedua pihak.

Para pejabat AS meyakini bahwa pasukan Rusia berencana mempertahankan serangan intensi di wilayah Ukraina bagian timur, yang ditandai dengan serangan artileri dan rudal besar-besaran dengan maksud melemahkan pasukan Kiev dan tekad NATO dari waktu ke waktu.

Terlepas dari itu, militer Ukraina sendiri banyak menggunakan amunisi era Uni Soviet yang sesuai dengan sistem yang lebih tua, dan negara-negara Barat menghadapi keputusan sulit soal apakah mereka akan terus meningkatkan bantuan untuk Kiev atau tidak.

Biden diketahui bertekad untuk membantu Ukraina. "Kita akan terus memimpin dunia dalam memberikan bantuan bersejarah untuk mendukung perjuangan Ukraina mendapatkan kebebasan," tegas Biden dalam tulisan op-ed pada surat kabar terkemuka AS, New York Times, yang dirilis bulan lalu.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT