ADVERTISEMENT

Polisi Turki Bubarkan Pawai Kebanggaan LGBTQ, 200 Orang Ditahan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 04:36 WIB
A participant faces riot policemen wearing a rainbow flag during a Pride march in Istanbul, on June 26, 2022. - Turkish police forcibly intervened in a Pride march in Istanbul, detaining dozens of demonstrators and an AFP photographer, AFP journalists on the ground said. The governors office had banned the march around Taksim Square in the heart of Istanbul but protesters gathered nearby under heavy police presence earlier than scheduled. (Photo by KEMAL ASLAN / AFP)
Polisi Turki bubarkan pawai LGBTQ (Foto: AFP/KEMAL ASLAN)
Ankara -

Polisi Turki membubarkan pawai kebanggaan (pride) LGBTQ di Istanbul pada Minggu waktu setempat. Pihak penyelenggara pawai menyebut lebih dari 200 demonstran ditahan.

Dilansir AFP, Senin (27/6/2022), Kantor Gubernur telah melarang pawai di sekitar Taksim Square di jantung Istanbul. Akan tetapi pengunjuk rasa berkumpul di dekatnya. Polisi pun menjaga ketat pawai itu.

Polisi kemudian menahan pengunjuk rasa, memasukkan mereka ke dalam bus. Wartawan AFP di lokasi melihat empat bus penuh dengan orang-orang yang ditahan, termasuk kepala fotografer AFP Bulent Kilic, yang diborgol dari belakang. Kilic juga ditahan tahun lalu selama pawai Pride.

Pengacaranya menyebut Kilic kemudian dibebaskan pada Minggu malam setelah memberikan pernyataan kepada polisi.

Ratusan pengunjuk rasa yang membawa bendera pelangi berdesakan dengan unjuk rasa yang menentang polisi. Mereka menegaskan tidak akan pergi.

"Kami di sini. Kami tidak ke mana-mana," teriak massa.

Erol Onderoglu dari kelompok hak media Reporters Without Borders (RSF) mengecam penangkapan fotografer Kilic melalui akun Twitter-nya.

"Polisi tampaknya telah membuat kebiasaan (untuk menahannya)," tulisnya di Twitter.

Komisaris Dewan Eropa untuk Hak Asasi Manusia, Dunja Mijatovic, mendesak pihak berwenang Turki pada hari Jumat lalu untuk membiarkan pawai.

"Saya mendesak otoritas Istanbul untuk mencabut larangan terbaru Istanbul Pride dan untuk memastikan keamanan dan hak untuk berkumpul secara damai," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Hak asasi manusia LGBTI di Turki perlu dilindungi secara efektif," katanya.

Istanbul Pride telah berlangsung setiap tahun sejak 2003. Pawai terakhir yang berlangsung tanpa larangan -- pada tahun 2014 -- menarik puluhan ribu peserta di salah satu acara LGBTQ terbesar di wilayah mayoritas muslim itu.

Pada tahun 2020, sebuah rumah produksi membatalkan produksi serial di Turki yang menampilkan karakter gay setelah gagal mendapatkan izin pemerintah untuk pembuatan film tersebut.

Pada tahun yang sama, merek olahraga dari Prancis menghadapi seruan boikot di Turki karena memposting pesan dukungan untuk orang-orang LGBTQ.

Lihat juga video 'Soroti Bendera LGBT, Komisi I Minta Kedubes Inggris Hormati Norma di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT