ADVERTISEMENT

Antisipasi Barat, Putin Akan Kirim Rudal Berkekuatan Nuklir ke Belarusia

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 00:56 WIB
People watch a TV screen showing a news program reporting about North Koreas firing of projectiles with a file image at the Seoul Railway Station in Seoul, South Korea, Monday, March 2, 2020. North Korea fired two unidentified projectiles into its eastern sea on Monday as it begins to resume weapons demonstrations after a months-long hiatus that could have been forced by the coronavirus crisis in Asia. The Korean letters read:
Foto: Ilustrasi rudal (AP Photo)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mengirimkan rudal balistik atau rudal jelajah berkekuatan nuklir ke Belarusia untuk mengantisipasi ketegangan dengan pihak Barat. Sistem rudal itu bernama Iskander-M.

Seperti dilansir AFP, Minggu (26/6/2022), Putin menyampaikan itu pada Sabtu (25/6) waktu setempat ketika menerima pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko. Dia menyebut pengiriman itu akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

"Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mentransfer sistem rudal taktis Iskander-M ke Belarus, yang dapat menggunakan rudal balistik atau rudal jelajah, dalam versi konvensional dan nuklirnya," kata Putin dalam siaran di televisi Rusia pada awal pertemuannya dengan Lukashenko. di Saint Petersburg.

Kemudian, dia juga menawarkan untuk meningkatkan pesawat tempur Belarusia agar mampu membawa senjata nuklir. Hal ini dilakukan usai meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat atas Ukraina.

"Banyak Su-25 (pesawat) yang beroperasi dengan militer Belarusia. Mereka dapat ditingkatkan dengan cara yang tepat," kata pemimpin Rusia itu.

"Modernisasi ini harus dilakukan di pabrik-pabrik pesawat di Rusia dan pelatihan personel harus dimulai sesuai dengan ini," tambahnya, setelah Lukashenko memintanya untuk 'menyesuaikan' pesawat. Kami akan menyepakati bagaimana mencapai ini," lanjut Putin.

Untuk diketahui, Putin telah beberapa kali mengacu pada senjata nuklir sejak negaranya melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari, yang dianggap Barat sebagai peringatan kepada Barat untuk tidak campur tangan.

Lukashenko mengatakan bulan lalu bahwa negaranya telah membeli rudal berkemampuan nuklir Iskander dan sistem anti-rudal anti-pesawat S-400 dari Rusia.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT