Tak Lagi Wajib Hijab, Wanita Arab Saudi Ramai-ramai Berambut Pendek

ADVERTISEMENT

Tak Lagi Wajib Hijab, Wanita Arab Saudi Ramai-ramai Berambut Pendek

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 09:57 WIB
As more Saudi women join the workforce, a central plank of government efforts to remake the economy, many describe the boy cut as a practical, professional alternative to longer hair styles Fayez Nureldine AFP
Lebih banyak wanita Saudi dari kalangan pekerja yang memilih potongan rambut pendek (Fayez Nureldine/AFP)

Di salah satu salon di pusat kota Riyadh, permintaan untuk potongan rambut 'boy' meningkat -- dengan tujuh atau delapan konsumen dari total 30 konsumen memilih potongan rambut itu untuk dirinya.

"Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang. Permintaannya meningkat, khususnya setelah wanita memasuki pasar pekerja," ucap seorang penata rambut setempat, Lamis.

"Fakta bahwa banyak wanita tidak mengenakan hijab telah menyoroti penyebarannya," imbuhnya, sembari menyebut gaya rambut itu banyak dipilih oleh remaja putri dan wanita muda berusia 20-an tahun.

Pencabutan kewajiban memakai hijab hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang menata ulang kehidupan sehari-hari para wanita Saudi di bawah MBS, yang ditunjuk menjadi ahli waris takhta Kerajaan Saudi oleh ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, sekitar lima tahun lalu.

Wanita Saudi kini tidak lagi dilarang menghadiri konser dan acara olahraga, dan tahun 2018 lalu, mereka mendapatkan hak untuk mengemudi. Kerajaan Saudi juga melonggarkan aturan perwalian, yang berarti wanita sekarang bisa mendapatkan paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin kerabat laki-laki.

Namun, reformasi semacam itu diwarnai dengan adanya tindakan tegas terhadap pada aktivis hak perempuan -- bagian dari kampanye luas melawan para pembangkang di Saudi.

Membuat lebih banyak wanita yang bekerja menjadi komponen utama dari rencana reformasi Visi 2030 yang dicetuskan MBS untuk membuat Saudi tidak terlalu bergantung pada minyak.

Banyak wanita pekerja yang diwawancarai AFP memuji potongan rambut 'boy' sebagai sarana untuk menavigasi kehidupan profesional baru mereka. "Saya wanita yang praktis dan saya tidak memiliki waktu untuk merawat rambut saya," ucap Abeer Mohammed, seorang ibu berusia 41 tahun yang mengelola toko pakaian pria.

Bagi Nouf, yang bekerja di toko kosmetik, gaya rambut 'boy' memberikan pesan tersendiri. "Kami ingin mengatakan bahwa kami eksis, dan peran kami dalam masyarakat tidak jauh berbeda dari pria."

Dia menambahkan bahwa rambut pendek menjadi 'unjuk kekuatan wanita'.


(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT