ADVERTISEMENT

Korban Tewas Akibat Banjir Dahsyat di Bangladesh-India Jadi 59 Orang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 01:45 WIB
Locals use a boat to reach towards a shelter after their houses were submerged in flood waters at Maulovir Para, Coxs Bazar on July 30, 2021 after monsoon floods and landslides have cut off more than 300,000 people in villages across southeast Bangladesh and killed at least 20 people including six Rohingya refugees. (Photo by Tanbir MIRAJ / AFP)
Evakuasi warga korban banjir di Bangladesh (Foto: AFP/TANBIR MIRAJ)

Banjir juga memaksa bandara internasional terbesar ketiga Bangladesh di Sylhet ditutup pada hari Jumat. Di sekitar ibu kota daerah, penduduk mengarungi air setinggi pinggang di sepanjang jalan di samping kendaraan yang terjebak sebagian terendam.

Sebelum hujan minggu ini, wilayah Sylhet masih belum pulih dari banjir terburuk dalam hampir dua dekade akhir bulan lalu, ketika setidaknya 10 orang tewas dan empat juta lainnya terkena dampak.

Banjir juga diprediksi akan memburuk selama dua hari ke depan dengan hujan lebat di Bangladesh dan hulu di timur laut India.

Seperti diketahui, banjir menjadi ancaman yang biasa dihadapi jutaan orang yang tinggal di dataran rendah Bangladesh. Namun para pakar menyebut perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan keganasan banjir, serta membuatnya semakin tidak bisa diprediksi.

Hujan yang mengguyur tanpa henti selama sepekan terakhir telah membanjiri area luas di sebelah timur laut Bangladesh. Desa-desa setempat terendam banjir hanya dalam hitungan jam setelah sungai-sungai meluap.

Personel militer dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga yang terjebak, sedangkan sekolah-sekolah setempat diubah menjadi tempat pengungsian sementara.

"Seluruh desa terendam banjir pada Jumat (17/6) pagi dan kita semua terjebak," tutur salah satu warga setempat bernama Lokman, yang bersama keluarganya tinggal di desa Companyganj.


(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT