Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez Divonis Penjara 10 Tahun

ADVERTISEMENT

Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez Divonis Penjara 10 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 14:21 WIB
Jakarta -

Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan pada Jumat (10/6) waktu setempat, lebih dari setahun setelah penangkapannya karena dugaan plot - yang dianggap fiktif oleh banyak orang - untuk menggulingkan saingannya dan pendahulunya, Evo Morales.

Perempuan yang telah ditahan dalam penahanan pra-persidangan sejak Maret 2021, secara konsisten mengecam apa yang disebutnya persekusi politik.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (11/6/2022), mantan pemimpin interim itu akan menjalani hukuman 10 tahun di penjara perempuan di La Paz. Demikian diumumkan Pengadilan Hukuman Pertama ibu kota administratif Bolivia, La Paz dalam putusan yang datang tiga bulan setelah persidangannya dimulai.

Dihukum karena kejahatan yang "bertentangan dengan konstitusi dan melalaikan tugas," Anez dijatuhi "hukuman 10 tahun" atas tuduhan yang berasal dari ketika dia menjadi senator, sebelum menjadi presiden.

Jaksa sebelumnya menuntut hukuman 15 tahun penjara.

Anez sebelumnya telah mengumumkan bahwa dia akan mengajukan banding jika terbukti bersalah. "Kami tidak akan berhenti di sini, kami akan menghadap ke sistem peradilan internasional," ujarnya.

Selain Anez, mantan kepala angkatan bersenjata, William Kaliman, dan mantan kepala polisi, Yuri Calderon juga divonis hukuman 10 tahun. Keduanya masih diburu.

Anez masih menghadapi kasus pengadilan terpisah untuk penghasutan dan tuduhan lain terkait dengan tugas presidennya yang singkat.

Pada awal masa kepresidenannya, Anez telah mengerahkan polisi dan militer untuk memulihkan ketertiban. Konflik pasca pemilihan saat itu menyebabkan 22 kematian, menurut Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika (IACHR). Untuk itu, Anez juga menghadapi dakwaan genosida, dengan ancaman hukuman penjara antara 10 dan 20 tahun.

Anez yang sayap kanan, menjadi presiden sementara Bolivia pada November 2019 setelah Morales, yang mengklaim telah memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut sebagai presiden, melarikan diri dari negara itu saat menghadapi protes massa terhadap dugaan kecurangan pemilu.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT