ADVERTISEMENT

Kuwait Tarik Produk India Gegara Penghinaan Nabi Muhammad

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Jun 2022 11:31 WIB
Nupur Sharma (Photo: Facebook via India Today)
Juru bicara BJP, Nupur Sharma, yang dinonaktifkan usai berkomentar menghina Nabi Muhammad SAW (Facebook via India Today)
Kuwait City -

Supermarket di Kuwait menarik produk-produk India dari rak-rak mereka saat kemarahan memuncak di kawasan Timur Tengah, usai juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India dan menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi melontarkan komentar menghina Nabi Muhammad SAW.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/6/2022), para pekerja di toko Al-Ardiya Co-Operative Society yang ada di Kuwait menumpuk teh-teh India dan produk-produk India lainnya ke dalam troli sebagai bentuk protes terhadap komentar kontroversial yang dikecam sebagai 'Islamofobia'.

Beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Qatar, hingga Universitas Al-Azhar yang berpengaruh di Mesir, telah mengecam komentar kontroversial yang dilontarkan juru bicara BJP, Nupur Sharma, dalam perdebatan di televisi lokal India pekan lalu. BJP telah menonaktifkan Sharma sebagai buntut dari komentarnya itu.

Di supermarket yang ada di luar ibu kota Kuwait City, karung-karung beras dan rak-rak berisi produk rempah-rempah dan cabai asal India ditutupi dengan selembar plastik. Terdapat tulisan dalam bahasa Arab bertuliskan 'Kami telah memindahkan produk-produk India' pada penutup plastik tersebut.

"Kami, sebagai warga Muslim Kuwait, tidak menerima penghinaan terhadap Nabi (Muhammad SAW)," tegas CEO supermarket itu, Nasser Al-Mutairi, kepada AFP.

Seorang pejabat pada jaringan supermarket setempat menyebut boikot secara luas tengah dipertimbangkan.

Diketahui bahwa komentar kontroversial Sharma soal Nabi Muhammad SAW telah memicu kerusuhan di Kanpur, Uttar Pradesh, dan bahkan memicu seruan agar Sharma ditangkap.

Simak Video 'Hina Nabi Muhammad, Muslim India Tuntut Jubir Partai BJP Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT