ADVERTISEMENT

Negara-negara Tutup Wilayah Udara, Menlu Rusia Tak Bisa ke Serbia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 15:57 WIB
FILE - Russian Foreign Minister Sergey Lavrov attends a joint news conference with Mongolian Foreign Minister Battsetseg Batmunkh in Moscow, Russia, Tuesday, June 1, 2021. Amid Russias invasion of Ukraine, Sergey Lavrov embodies the Kremlins defiant posture as the countrys top diplomat with a mixture of toughness and sarcasm. (AP Photo/Alexander Zemlianichenko, Pool, File)
Menlu Rusia Sergei Lavrov (AP Photo/Alexander Zemlianichenko, Pool, File)
Moskow -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov batal berkunjung ke Serbia awal pekan ini. Penyebabnya, beberapa negara yang wilayahnya mengelilingi Serbia menutup wilayah udara mereka agar pesawat yang membawa Lavrov tidak bisa melintas.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/6/2022), informasi itu diungkapkan oleh seorang sumber dari Kementerian Luar Negeri Rusia kepada kantor berita Interfax.

Laporan itu mengonfirmasi laporan media lokal Serbia yang menyebutkan bahwa Bulgaria, Makedonia Utara dan Montenegro telah menutup wilayah udara mereka untuk pesawat yang membawa Lavrov ke Belgrade, ibu kota Serbia, pada Senin (6/6) waktu setempat.

"Diplomasi kami belum menguasai teleportasi," ucap sumber dari Kementerian Luar Negeri Rusia dengan nada menyindir.

"Negara-negara di sekitar Serbia telah menutup saluran komunikasi dengan menolak untuk mengizinkan penerbangan pesawat Sergei Lavrov yang menuju ke Serbia," kantor berita Rusia mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

"Delegasi Rusia seharusnya tiba di Beograd untuk melakukan pembicaraan. Tetapi negara-negara anggota UE (Uni Eropa) dan NATO menutup wilayah udara mereka," imbuhnya.

Serbia yang memiliki ikatan budaya erat dengan Rusia, telah menangkis tekanan dan memihak Rusia dalam invasinya ke Ukraina.

Serbia juga tidak bergabung dengan negara-negara Barat lainnya yang ramai-ramai menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyepakati agar Rusia melanjutkan pasokan gas alam ke Serbia, sementara pasokan untuk negara-negara lainnya dihentikan karena menolak untuk membayar gas Rusia dengan mata uang Moskow, Rubel.

Lihat Video: Marriott Hotel Umumkan Bakal Hengkang dari Rusia

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT