ADVERTISEMENT

Spesifikasi HIMARS, Roket Canggih yang Dikirim AS ke Ukraina

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 14:44 WIB
Amerika Serikat mengirimkan senjata canggih untuk memperkuat Ukraina melawan Rusia. Salah satu senjata yang dikirim adalah sistem roket canggih M142 HIMARS.
HIMARS (Foto: AFP/Fadel Senna)
Jakarta -

Amerika Serikat memberikan paket bantuan persenjataan kepada Ukraina sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 10,1 triliun untuk melawan pasukan Rusia. Salah satunya adalah sistem roket artileri mobilitas tinggi atau disebut HIMARS.

Dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/6/2022), HIMARS adalah peluncur roket ringan berteknologi tinggi yang dipasang pada sebuah kendaraan seperti truk. Teknologi pada HIMARS membuat roket yang diluncurkan mampu bermanuver.

Setiap unit kendaraan mampu membawa enak roket dengan GPS. HIMARS dapat diisi ulang dalam waktu sekitar 1 menit.

Jangkauan roket HIMARS sejauh 80 km (50 mil), hampir dua kali lipat jangkauan howitzer M77, senjata yang juga disediakan Amerika Serikat dan telah dikirim ke Ukraina pada Mei.

HIMARS mampu membuat pasukan Ukraina menyerang dengan jarak jauh dari garis depan Rusia. Pasukan Ukraina juga dapat meluncurkan serangan dari jarak yang lebih terlindungi.

Seorang analis mengatakan sistem HIMARS jauh lebih baik dibanding sistem roket lain yang digunakan pasukan Ukraina saat ini.

"Secara umum, persenjataan artileri Ukraina kalah jumlah dan kalah jumlah dengan Rusia," ujar seorang analis riset di Royal United Services Institute, Samuel Cranny-Evans.

Sistem roket yang digunakan oleh Rusia saat ini, terutama BM-30 Smerch, dapat menembak secara destruktif pada jarak 90-120 km.

"(HIMARS) akan memberi Ukraina kemampuan untuk mencapai sistem ini (BM-30 Smerch)," katanya.

"Selain itu, sistem jarak jauh dapat digunakan untuk melibatkan logistik Rusia dan komando dan kontrol, yang sangat penting bagi kemampuan Rusia untuk mempertahankan pertarungan," lanjutnya.

Meski begitu, jelas Samuel, canggihnya persenjataan yang dikirim AS tidak ada artinya tanpa kemampuan pasukan Ukraina dalam mengintai Rusia.

"Tergantung pada kemampuan Ukraina untuk melakukan pengintaian dan fungsi pengumpulan intelijen ke dalam operasional Rusia dan mengoordinasikannya dengan aset artileri baru," tutur Samuel.

Artileri yang dilengkapi dengan sistem HIMARS secara teoritis dapat mencapai wilayah Rusia. Meski begitu, Ukraina menjamin tidak akan menggunakan HIMARS ke wilayah Rusia.

Rusia Murka

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa Moskow memandang bantuan militer AS ke Ukraina tersebut "sangat negatif".

Ryabkov, ketika ditanya tentang kemungkinan konfrontasi langsung antara AS dan Rusia, mengatakan: "Setiap pengiriman senjata yang terus berlanjut, yang sedang meningkat, berarti meningkatkan risiko perkembangan semacam itu."

Pejabat tinggi Rusia itu menyalahkan Washington karena meningkatkan permusuhan di Ukraina. "AS tidak melakukan apa pun demi menemukan semacam solusi. Itu persis sama selama bertahun-tahun sebelum dimulainya operasi militer khusus," cetusnya.

Simak juga video 'Joe Biden Pastikan AS Tidak Akan Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT