Kanselir Jerman Tolak Perdamaian di Ukraina Didikte Putin!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Mei 2022 16:56 WIB
Kanselir Jerman Olaf Scholz  (AFP Photo)
Foto: Kanselir Jerman Olaf Scholz (AFP Photo)
Jakarta -

Kanselir Jerman Olaf Scholz tidak akan membiarkan Presiden Rusia Vladimir Putin mendikte perdamaian di Ukraina. Dia bersumpah untuk terus mendukung Kyiv dan mendorong Putin untuk bernegosiasi serius guna mengakhiri invasinya.

"Ini adalah masalah memperjelas kepada Putin bahwa tidak akan ada perdamaian yang didikte," kata Scholz seperti dilansir dari AFP, Kamis (26/5/2022).

Scholz mendukung Ukraina yang menolak opsi perdamaian dengan syarat konsesi wilayah di Kyiv.

"Ukraina tidak akan menerima itu dan kami juga tidak," tegasnya.

Presiden Ukraina Murka

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy murka dengan saran agar Kyiv menyerahkan wilayah dan membuat konsesi untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Dia mengatakan gagasan itu merupakan upaya untuk menenangkan Nazi Jerman pada 1938.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/5/2022) komentar marah Zelenskiy dan seorang ajudan senior datang ketika pasukan Ukraina menghadapi serangan baru di dua wilayah timur yang sebagian dikuasai oleh separatis berbahasa Rusia pada tahun 2014.

Dewan redaksi New York Times mengatakan pada 19 Mei bahwa perdamaian yang dinegosiasikan mengharuskan Kyiv untuk membuat beberapa keputusan sulit. Hal ini mengingat bahwa kemenangan militer yang menentukan tidak realistis.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger minggu ini menyarankan di Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa Ukraina harus membiarkan Rusia mempertahankan Krimea, yang dicaploknya pada tahun 2014.

"Apa pun yang dilakukan negara Rusia, Anda akan selalu menemukan seseorang yang mengatakan 'Mari kita pertimbangkan kepentingannya'," kata Zelenskiy dalam pidatonya.

Simak Video: Rusia Blokir Pelabuhan Ukraina, 70 Kapal Gagal Antar Barang Ekspor

[Gambas:Video 20detik]