Kawah 'Mulut Neraka' di Rusia Bertumbuh 1 Km, Telan Apapun di Sekitarnya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 14:21 WIB
The Batagaika crater in Sibera, dubbed mouth to hell| Image courtesy: Alexander Gabyshev, Research Institute of Applied Ecology of the North
Kawah Batagaika di Siberia, Rusia, yang dijuluki 'mulut neraka' (Image courtesy: Alexander Gabyshev, Research Institute of Applied Ecology of the North/Twitter via Times Now News)
Siberia -

Sebuah kawah di Siberia, Rusia, yang dijuluki 'mulut neraka' dilaporkan bertumbuh sepanjang 1 kilometer. Kawah raksasa sedalam 86 meter ini merupakan lubang menganga di permukaan Bumi yang pertama kali diukur tahun 1980-an silam.

Seperti dilansir India Times dan Times Now News, Selasa (24/5/2022), sejak saat itu, kawah dengan nama resmi kawah Batagaika itu dilaporkan telah bertambah panjang 1 kilometer dengan kedalaman mencapai 282,1 kaki atau 86 meter.

Penduduk lokal mempercayai kawah itu sebagai jalan menuju neraka.

Para ilmuwan, menurut laporan Daily Mirror, meyakini kawah raksasa itu sebagai hasil dari tanah permafrost yang mencair, yang membeku pada Zaman Es Kuarter sekitar 2,58 juta tahun lalu. Ketika kawasan hutan dibuka tahun 1960-an silam, cahaya matahari mencapai tanah dan mulai menghangatkannya.

Permafrost merupakan lapisan bawah permukaan tanah yang tebal, yang tetap membeku sepanjang tahun, terutama di daerah kutub.

Melelehnya permafrost bukanlah kabar baik bagi perubahan iklim karena pencairan melepaskan gas rumah kaca yang berbahaya, khususnya metana, ke atmosfer dan itu diketahui lebih kuat dalam menangkap panas dibandingkan karbon dioksida itu sendiri -- 84 kali lipat lebih tepatnya.

Dalam situasi itu, lapisan es di tanah mulai mencair dan kemudian menyebabkan tanah menjadi padat, merosot, dan amblas. Para ilmuwan memperkirakan akan ada lebih banyak 'mulut neraka' yang mungkin muncul di seluruh dunia karena dampak pemanasan global.

Simak Video: Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup di Sidang Kejahatan Perang

[Gambas:Video 20detik]