Pemilu Australia: Partai Buruh Ungguli Liberal, Albanese Akan Jadi PM

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 10:30 WIB
A man casts his ballot at an inner Sydney polling station, Australia, Saturday, May 21, 2022. Australians go to the polls following a six-week election campaign that has focused on pandemic-fueled inflation, climate change and fears of a Chinese military outpost being established less than 1,200 miles off Australias shore. (AP Photo/Rick Rycroft)
Warga Australia menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara di Sydney dalam pemilu federal pada Sabtu (21/5). (Foto: AP Photo/Rick Rycroft)
Jakarta -

Partai Buruh memimpin di kontestasi pemilihan umum (Pemilu) Australia usai mengungguli Partai Liberal. Pemilu yang menggulingkan Partai Liberal itu digelar, Sabtu (21/5). Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese, lantas bakal menduduki kursi Perdana Menteri (PM) Australia yang baru, menggantikan Scott Morrison, pemimpin Partai Liberal Australia.

Dilansir dari BBC, Albanese menyampaikan kepada pendukung bahwa Australia telah memilih untuk perubahan. Pemimpin kiri-tengah itu berjanji akan menyatukan semua pihak, berinvestasi dalam layanan sosial dan berkomitmen mengakhiri perang iklim.

"Ini adalah kehormatan yang luar biasa. Saya katakan kepada sesama warga Australia, terima kasih atas kehormatan yang luar biasa ini," kata Albanese seperti dikutip dari ABC, Sabtu (21/5/2022).

"Malam ini rakyat Australia telah memilih perubahan. Saya merasa rendah hati dengan kemenangan ini dan saya merasa terhormat diberi kesempatan untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-31," lanjutnya.

Berdasarkan hasil sementara Pemilu Australia yang dipublikasikan ABC sampai pukul 21.00 WIB waktu setempat, total suara yang masuk mencapai 58,1 persen. Partai Buruh memperoleh 72 kursi di pemerintahan. Jumlah tersebut merupakan angka yang paling mendekati dari batas minimal 76 kursi untuk menjadi mayoritas di pemerintahan.

Sementara Koalisi Partai Liberal yang mengusung Scott Morrison mendapat 55 kursi dan Partai Hijau 2 kursi.

Tak satu pun dari partai-partai besar itu bisa memenangkan minimal 76 kursi yang dibutuhkan untuk menjadi mayoritas di parlemen dengan total sebanyak 151 kursi. Namun Partai Buruh tampaknya berada di jalur untuk memenangkan lebih dari 70 kursi, kata ABC.

Penghitungan suara awal menunjukkan koalisi konservatif Perdana Menteri Scott Morrison dan oposisi Partai Buruh tidak bisa meraih mayoritas, karena sejumlah kursi direbut partai-partai kecil seperti Partai Hijau yang berfokus pada lingkungan dan independen yang berfokus pada iklim.

Sejauh ini masih belum jelas terkait rencana Partai Buruh apakah akan berkoalisi dengan partai-partai kecil dan kelompok independen atau tidak ke depannya.

Hasil perolehan sementara yang menempatkan Partai Buruh memimpin ini menjadi sejarah baru dalam percaturan politik Australia selama satu dekade terakhir. Sebelumnya pemerintahan Australia dipimpin oleh Koalisi Partai Liberal. Scott Morrison diketahui sudah menduduki kursi perdana menteri sejak 2018.

Simak juga 'Momen PM Australia Dimaki-maki Warga saat Kampanye':

[Gambas:Video 20detik]




(fca/imk)