9 Tewas-24 Terluka dalam Bentrok Tajikistan dengan Geriliawan Teroris

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 02:30 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dikabarkan sembilan orang tewas dan 24 orang lainnya terluka akibat bentrok antar pasukan pemerintah Tajikistan, dan 'teroris. Kondisi itu membuat suasana di Tanjakistan masih tegang.

Dilansir dari AFP, Kamis (19/5/2022), bentrok yang menewaskan 9 orang dan lukai 24 orang berada di perbatasan Afghanistan, dan China. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Tajikistan.

Kementerian mengatakan, "kelompok kriminal terorganisir" bersenjatakan senjata dan bom molotov menyerang pejabat keamanan di wilayah timur Gorno-Badakhshan yang telah lama menjadi titik nyala ketegangan.

Seorang petugas keamanan tewas dan 13 orang terluka parah dalam serangan itu, katanya.

Kementerian mengatakan serangan itu terjadi selama operasi anti-teror yang diluncurkan Rabu (18/5/2022) pagi. Kebijakan itu diambil setelah 200 orang bersenjata memblokir jalan raya di perbatasan dengan Afghanistan.

Akibat operasi itu, delapan "militan" tewas, 11 terluka dan lebih dari 70 "anggota aktif kelompok teroris" ditahan, kata kementerian itu.

Pihak berwenang Tajik mengklaim dalam pernyataan sebelumnya bahwa gerilyawan telah menerima senjata dan dukungan dari "organisasi teroris" internasional dan tentara bayaran asing.

Dalam sebuah pernyataan bersama, delegasi Uni Eropa di Tajikistan dan kedutaan besar Inggris, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat menyatakan "keprihatinan mendalam mereka tentang ketegangan internal yang dilaporkan dan bentrokan kekerasan" di wilayah tersebut.

Mereka menyerukan "semua pihak untuk tidak berusaha mengurangi ketegangan, menahan diri dan menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan dan hasutan untuk melakukan kekerasan."

Wilayah itu telah dipenuhi dengan ketegangan sejak perang saudara lima tahun pecah tak lama setelah negara Asia Tengah itu memperoleh kemerdekaannya dengan runtuhnya Uni Soviet pada 1991. (aik/aik)