AS Umumkan Tak Ada Kesalahan dalam Serangan Tewaskan Warga Sipil Suriah

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 12:45 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
ilustrasi (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta -

Investigasi terhadap serangan pasukan Amerika Serikat di Suriah pada tahun 2019 yang menewaskan banyak warga sipil, tidak menemukan pelanggaran kebijakan atau kelalaian.

Demikian diumumkan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS pada Selasa (17/5) waktu setempat.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (18/5/2022), penyelidikan internal Angkatan Darat AS difokuskan pada operasi pasukan khusus AS yang beroperasi di Suriah yang meluncurkan serangan udara ke benteng ISIS di Baghouz pada 18 Maret 2019.

Penyelidikan dimulai tahun lalu setelah media New York Times melaporkan bahwa dalam serangan itu, militer AS menutupi puluhan kematian non-petempur.

Laporan Times menyebutkan bahwa 70 orang, banyak dari mereka wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan itu.

Laporan Times mengatakan seorang pejabat hukum AS "menandai serangan itu sebagai kemungkinan kejahatan perang" dan bahwa "di hampir setiap langkah, militer membuat gerakan yang menyembunyikan serangan tragis itu."

Namun laporan akhir investigasi menolak kesimpulan itu pada Selasa (17/5).

Dikatakan bahwa komandan pasukan darat AS untuk koalisi anti-ISIS menerima permintaan dukungan serangan udara dari Pasukan Demokratik Suriah yang memerangi para ekstremis itu.

Disebutkan bahwa komandan "menerima konfirmasi bahwa tidak ada warga sipil di daerah serangan" dan mengizinkan serangan itu.

Namun, mereka kemudian menemukan ada warga sipil di lokasi tersebut.