AS Sukses Uji Senjata Hipersonik, 5 Kali Lebih Cepat dari Kecepatan Suara!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 09:16 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Washington DC -

Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengklaim pihaknya sukses menggelar uji coba senjata hipersonik yang mengudara lima kali lipat lebih cepat dari kecepatan suara. Uji Coba itu dilakukan di wilayah AS pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (17/5/2022), Angkatan Udara AS dalam pernyataannya menyebut uji coba digelar di lepas pantai California Selatan pada Sabtu (14/5) waktu setempat.

Disebutkan bahwa dalam uji coba itu, sebuah pesawat pengebom B-52 melepaskan sebuah Senjata Respons Cepat yang diluncurkan dari udara (ARRW).

"Setelah pemisahan dari pesawat, booster ARRW menyala dan terbakar selama durasi yang diharapkan, mencapai kecepatan hipersonik lima kali lipat lebih besar dari kecepatan suara," demikian pernyataan Angkatan Udara AS.

AS sudah beberapa kali menguji coba senjata hipersonik buatannya. Diketahui bahwa senjata hipersonik mampu meluncur hingga ke atmosfer bagian atas dengan kecepatan mencapai lima kali lipat dari kecepatan suara, atau sekitar 6.200 kilometer per jam.

AS diketahui secara aktif mengembangkan senjata hipersonik sebagai bagian dari program serangan global cepat sejak awal tahun 2000-an. Perusahaan-perusahaan seperti Lockheed Martin dan Raytheon Technologies terus berupaya mengembangkan kemampuan senjata hipersonik untuk AS.

Namun AS tidak sendirian dalam mengembangkan senjata hipersonik, yang kecepatan dan kemampuan manuvernya membuatnya sulit dilacak dan dicegat.

Menurut sejumlah pejabat AS, Rusia telah menembakkan sejumlah rudal hipersonik ke sejumlah target di Ukraina dalam invasinya yang dimulai 24 Februari lalu.

Disebutkan juga bahwa China pernah menguji coba senjata hipersonik buatannya. Meskipun Kementerian Luar Negeri China menyangkal, pada Oktober tahun lalu, bahwa pihaknya menggelar uji coba senjata hipersonik.

Lihat juga video 'Jokowi-Pemimpin ASEAN Bicara Perubahan Iklim Bareng Wapres AS':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)