Dilanda COVID-19, Korut Laporkan 15 Kematian Baru Akibat Penyakit 'Demam'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 17:33 WIB
Korea Utara terapkan lockdown nasional usai mengkonfirmasi kasus COVID-19 untuk pertama kalinya. Kasus subvarian Omicron BA.2 itu terdeteksi di Pyongyang.
Foto: Korea Utara lockdown usai laporkan kasus COVID-19 (AP Photo/Jon Chol Jin)
Jakarta -

Korea Utara (Korut) pada hari Minggu (15/5/2022) melaporkan 15 kematian baru akibat penyakit 'demam'. Tambahan kasus ini kematian ini terjadi beberapa hari setelah Korut secara resmi mengkonfirmasi kasus COVID-19 pertamanya.

Seperti dilansir dari AFP, wabah itu, yang disebut oleh pemimpin Korut Kim Jong Un menyebabkan 'pergolakan besar', membuat Korut berada di ambang potensi bencana.

Korea Utara tidak memiliki vaksin COVID, obat pengobatan antivirus, atau kapasitas pengujian massal.

Meskipun telah mempertahankan blokade virus Corona yang kaku sejak awal pandemi, para ahli mengatakan bahwa wabah Omicron besar-besaran di negara-negara tetangga berarti hanya masalah waktu sebelum COVID-19 menyelinap masuk.

Meskipun mengaktifkan 'sistem karantina darurat maksimum' untuk memperlambat penyebaran penyakit melalui populasi yang tidak divaksinasi, Pyongyang sekarang melaporkan sejumlah besar kasus baru setiap hari.

Media resmi pemerintah KCNA pada hari Minggu (15/5) mengatakan 42 orang telah meninggal sejak awal wabah, dengan 820.620 kasus dan setidaknya 324.550 menerima perawatan medis.

KNCA juga melaporkan bahwa semua provinsi, kota, dan kabupaten di negara itu telah dilockdown total.

Korea Utara pertama kali mengungkapkan varian Omicron yang sangat menular telah terdeteksi di ibu kota pada hari Kamis (12/5). Kim Jong Un pun memerintahkan lockdown nasional setelah pertemuan darurat Politbiro negara itu.

"Penyebaran penyakit ganas menjadi pergolakan besar di negara kita," kata Kim, Sabtu (14/5).

(rdp/knv)