Jokowi: Ketahanan Kesehatan Dunia terhadap Pandemi Tak Cukup Kuat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 04:04 WIB
Presiden Jokowi (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga bagi dunia. Jokowi menyebut ketahanan kesehatan dunia terhadap pandemi nyatanya tidak cukup kuat.

"Pandemi COVID-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita, ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi ternyata tidak cukup kuat. Akibatnya harga yang harus kita bayar sangatlah mahal, jutaan orang yang kehilangan nyawanya dan perekonomian dunia pun mengalami keterpurukan," kata Jokowi di KTT Global COVID-19 di Washington DC seperti dalam video di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/5/2022).

Jokowi menyebut perlu kerja sama dalam menghadapi pandemi Corona. Jokowi menambahkan bahwa arsitek kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi COVID-19 harus diperkuat.

"Oleh karenanya kita harus bekerja sama menghadapi pandemi serta membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat. Untuk mengatasi pandemi percepatan vaksinasi harus dilakukan untuk menjangkau 70% penduduk setiap negara. Momentum turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan untuk meluncurkan pukulan terakhir terhadap COVID-19, vaksin harus secepatnya menjadi vaksinasi," katanya.

Dalam pembangunan arsitektur kesehatan dunia itu, Jokowi mengusulkan tiga hal. Pertama Jokowi menyebut akses kesehatan inklusif harus disiapkan.

"Yang pertama akses kesehatan yang inklusif, seluruh masyarakat tanpa terkecuali harus memiliki akses layanan kesehatan dasar, infrastruktur kesehatan dasar harus memadai dan siap menghadapi pandemi. Di tingkat global setiap negara besar maupun kecil, kaya maupun miskin harus memiliki akses yang setara terhadap solusi kesehatan," sebutnya.